Cerita Dewasa Nikmatnya Gadis 12 Tahun


Cerita Dewasa Nikmatnya Gadis 12 Tahun Lia adalah yang tergolong imut dan manis untuk gadis seusianya. Entah kenapa, aku ingin sekali bersetubuh dengan Lia, aku ingin menikmati rasanya lubang kelamin Lia, yang kubayangkan pastilah masih sangat sempit. Ahhh.. nafsuku kian membara karena memikirkan hal itu. Aku mencoba mencari akal, bagaimana caranya agar keperawanan Lia bisa kudapatkan dan kurasakan. Kutunggu saja waktu tepatnya dengan sabar. Tidak terasa, selesailah film panas yang sedang kami tonton. Suara Lia akhirnya memecahkan keheningan.



Oom, tuh tititnya berdiri lagi. kata Lia sambil menunjuk ke arah batang kemaluanku yang memang sedang tegang.Iya nih Lia, tapi biarin saja deh, gimana dengan filmnya? jawabku santai.Bagus kok Oom, persis seperti apa yang papa dan mama lakukan, dan Lia ada beberapa pertanyaan buat Oom nih. Lia sepertinya ingin menanyakan sesuatu.Pertanyaannya apa? tanyaku.Kenapa sih, kalo olahraga gituan harus masukin titit ke apa tuh, Lia ngga ngerti? tanya Lia.Oh itu.., itu namanya titit dimasukkan ke lubang kencing atau disebut juga lubang memek, pasti papa Lia juga melakukan hal itu ke mama kan? jawabku menerangkan.Iya benar Oom, papa pasti masukin tititnya ke lubang yang ada pada memek mama. Lia membenarkan jawabanku.Itulah seninya olahraga beginian Lia, bisa dilakukan sendiri, bisa juga dilakukan berdua, olahraga ini khusus untuk dewasa. kataku memberi penjelasan ke Lia.Lia sudah boleh ngga Oom.. melakukan olahraga seperti itu? tanya Lia lagi.

Ouw.. inilah yang aku tunggu.. dasar rejeki.. selalu saja datang sendiri.Boleh sih, dengan satu syarat jangan bilang sama mama dan papa. jelasku.Terang saja aku membolehkan, sebab itulah yang kuharapkan.Lia harus tahu, jika Lia melakukan olahraga beginian akan merasa lelah sekali tetapi juga akan merasakan enak. tambahku.Masa sih Oom? Tapi kayaknya ada benarnya juga sih, Lia lihat sendiri mama juga sepertinya merasa lelah tapi juga merasa keenakan, sampai menjerit-jerit lho Oom, malahan kadang seperti mau nangis. Lia yang polos rupanya sudah mulai tertarik dan sepertinya ingin tahu bagaimana rasanya.Emang gitu kok. Ee, mumpung masih siang nich, mama Lia juga masih lama pulangnya, kalo Lia memang ingin olahraga beginian, sekarang saja gimana? aku sudah tidak sabar ingin melihat pesona kemaluannya Lia, pastilah luar biasa.

Ayolah! Lia mengiyakan.Memang rasa ingin tahu anak gadis seusia Lia sangatlah besar. Ini adalah hal baru bagi Lia. Segera saja kusiapkan segala sesuatunya di otakku. Aku ingin Lia merasakan apa yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Kaos singlet yang menempel di tubuhku telah kulepas. Aku sudah telanjang bulat dengan batang kejantananku mengacung-ngacung keras dan tegang. Baru pernah seumur hidupku, aku telanjang di hadapan seorang gadis belia berumur 12 tahun. Lia hanya tersenyum-senyum memandangi batang kemaluanku yang berdiri dengan megahnya. Mungkin karena kebiasaan melihat papa dan mamanya telanjang bulat, sehingga melihatku telanjang bulat merupakan hal yang tidak aneh lagi bagi Lia.


Kusuruh Lia untuk membuka seluruh pakaiannya. Awalnya Lia protes, tetapi setelah kuberitahu dan kucontohkan kenapa mama Lia telanjang bulat, dan kenapa ceweknya Tarzan juga telanjang bulat, sebab memang sudah begitu seharusnya. Akhirnya Lia mau melepas pakaiannya satu persatu. Aku melihat Lia melepaskan pakaiannya dengan mata tidak berkedip. Pertama sekali, lepaslah pakaian sekolah yang dikenakannya, lalu rok biru dilepaskan juga. Sekarang Lia tinggal mengenakan kaos dalam dan celana dalam saja.Di balik kaos dalamnya yang cukup tebal itu, aku sudah melihat dua benjolan kecil yang mencuat, pastilah puting susunya Lia yang baru tumbuh. Baru saja aku berpikiran seperti itu, Lia sudah membuka kaos dalamnya itu dan seperti apa yang kubayangkan, puting susu Lia yang masih kuncup, membenjol terlihat dengan jelas di kedua mataku. Puting susu itu begitu indahnya. Lain sekali dengan yang biasa kulihat dan kurasakan dari wanita malam langgananku, rata-rata puting susu mereka sudah merekah dan matang, sedangkan ini, aku hanya bisa menelan ludah.

Payudara Lia memang belum nampak, sebab karena faktor usia. Akan tetapi puting susunya sudah mulai menampakkan hasilnya. Membenjol cukup besar dan mencuat menantang untuk dinikmati. Warna puting susu Lia coklat kemerahan, aku melihat puting susu itu menegang tanpa Lia menyadarinya. Lalu Lia melepaskan juga celana dalamnya. Kembali aku dibuatnya sangat bernafsu, kemaluan Lia masih berupa garis lurus, seperti kebanyakan milik anak-anak gadis yang sering kulihat mandi di sungai. Vagina yang belum ditumbuhi bulu rambut satu pun, masih gundul. Aku sungguh-sungguh melihat pemandangan yang menakjubkan ini. Terbengong-bengong aku dibuatnya.

Oom, udah semua nih, udah siap nih Oom.Aku tersentak dari lamunan begitu mendengar Lia berbicara.Oke, sekarang dimulai yaaa?Kuberi tanda ke Lia supaya tiduran di sofa. Pertama sekali aku meminta ijin ke Lia untuk menciuminya, Lia mengijinkan, rupanya karena sangat ingin atau karena Lia memang sudah mulai menuruti nafsunya sendiri, aku kurang tahu. Yang penting bagiku, aku merasakan liang perawannya dan menyetubuhinya siang ini.

Aku ciumi kening, pipi, hidung, bibir dan lehernya. Kupagut dengan mesra sekali. Kubuat seromantis mungkin. Lia hanya diam seribu bahasa, menikmati sekali apa yang kulakukan kepadanya.Setelah puas aku menciuminya, Lia, boleh ngga Oom netek ke Lia? tanyaku meminta.Tapi Oom, tetek Lia kan belon sebesar seperti punya mama. kata Lia sedikit protes.Ngga apa-apa kok Lia, tetek segini malahan lebih enak. kilahku meyakinkan Lia.Ya deh, terserah Oom saja, asalkan ngga sakit aja. jawab Lia akhirnya memperbolehkan.Dijamin deh ngga sakit, malahan Lia akan merasakan enak dan nikmat yang tiada tara. jawabku lagi.

Segera saja kuciumi puting susu Lia yang kiri, Lia merasa geli dan menggelinjang-gelinjang keenakan, aku merasakan puting susu Lia mulai mengalami penegangan total. Selanjutnya, aku hisap kedua puting susu tersebut bergantian. Lia melenguh menahan geli dan nikmat, aku terus menyusu dengan rakusnya, kusedot sekuat-kuatnya, kutarik-tarik, sedangkan puting susu yang satunya lagi kupelintir-pelintir.Oom, kok enak banget nihhh oohhh enakkk desah Lia keenakan.Lia terus merancau keenakan, aku sangat senang sekali. Setelah sekian lama aku menyusu, aku lepaskan puting susu tersebut. Puting susu itu sudah memerah dan sangat tegangnya. Lia sudah merasa mabuk oleh kenikmatan. Aku bimbing tangannya ke batang kemaluanku.

Lia, kocok dong tititnya Oom Agus. aku meminta Lia untuk mengocok batang kemaluanku.Lia mematuhi apa yang kuminta, mengocok-ngocok dengan tidak beraturan. Aku memakluminya, karena Lia masih amatir, sampai akhirnya aku justru merasa sakit sendiri dengan kocokan Lia tersebut, maka kuminta Lia untuk menghentikannya. Selanjutnya, kuminta Lia untuk mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, tanpa bertanya Lia langsung saja mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, aku terpana sesaat melihat vagina Lia yang merekah. Tadinya kemaluan itu hanya semacam garis lurus, sekarang di hadapanku terlihat dengan jelas, buah klitoris kecil Lia yang sebesar kacang kedelai, vaginanya merah tanpa ditumbuhi rambut sedikit pun, dan yang terutama, lubang kemaluan Lia yang masih sangat sempitnya. Jika kuukur, hanya seukuran jari kelingking lubangnya.

Aku lakukan sex dengan mulut, kuciumi dan hisap kemaluan Lia dengan lembut, Lia kembali melenguh. Lenguhan yang sangat erotis. Meram melek kulihat mata Lia menahan enaknya hisapanku di kemaluannya. Kusedot klitorisnya. Lia menjerit kecil keenakan, sampai tidak berapa lama.Oom, enak banget sih, Lia senang sekali, terussinnn pinta Lia.Aku meneruskan menghisap-hisap vagina Lia, dan Lia semakin mendesah tidak karuan. Aku yakin Lia hampir mencapai puncak orgasme pertamanya selama hidup.Oommm ssshhh Lia mau pipis nich..Lia merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar, seperti ingin kencing.Tahan dikit Lia tahan yaaa sambil aku terus menjilati, dan menghisap-hisap kemaluannya.Udah ngga tahan nich Oommm aahhhTubuh Lia mengejang, tangan Lia berpegangan ke sofa dengan erat sekali, kakinya menjepit kepalaku yang masih berada di antara selangkangannya.

Lia ternyata sudah sampai pada klimaks orgasme pertamanya. Aku senang sekali, kulihat dari bibir lubang perawannya merembes keluar cairan cukup banyak. Itulah cairan mani nikmatnya Lia.Oohhh Oom Agus Lia merasa lemes dan enak sekali apa sih yang barusan Lia alami, Oom? tanya Lia antara sadar dan tidak.Itulah puncaknya Lia.., Lia telah mencapainya, pingin lagi ngga? tanyaku.Iya.. iya.. pingin Oom jawabnya langsung.Aku merasakan kalau Lia ingin merasakannya lagi. Aku tidak langsung mengiyakan, kusuruh Lia istirahat sebentar, kuambilkan semacam obat dari dompetku, obat dopping dan kusuruh Lia untuk meminumnya. Karena sebentar lagi, aku akan menembus lubang perwannya yang sempit itu, jadi aku ingin Lia dalam keadaan segar bugar.

Tidak berapa lama, Lia kulihat telah kembali fit.Lia tadi Lia sudah mencapai puncak pertama, dan masih ada satu puncak lagi, Lia ingin mencapainya lagi kan..? bujukku.Iya Oom, mau dong Lia mengiyakan sambil manggut-manggut.Ini nanti bukan puncak Lia saja, tetapi juga puncak Oom Agus, ini finalnya Lia kataku lagi menjelaskan.Final? Lia mengernyitkan dahinya karena tidak paham maksudku.Iya, final.., Oom ingin memasukan titit Oom ke lubang memek Lia, Oom jamin Lia akan merasakan sesuatu yang lebih enak lagi dibandingkan yang tadi. akhirnya aku katakan final yang aku maksudkan.Ooh ya, tapi.. Oom.. apa titit Oom bisa masuk tuh? Lubang memek Lia kan sempit begini sedangkan tititnya Oom.. gede banget gitu Lia sambil menunjuk lubang nikmatnya.Pelan-pelan dong, ntar pasti bisa masuk kok.. cobain ya..? pintaku lagi.Iya deh Oom Lia secara otomatis telah mengangkangkan kakinya selebar-lebarnya.

Kuarahkan kepala kemaluanku ke lubang vagina Lia yang masih super sempit tersebut. Begitu menyentuh lubang nikmatnya, aku merasa seperti ada yang menggigit dan menyedot kepala kemaluanku, memang sangat sulit untuk memasukkannya. Sebenarnya bisa saja kupaksakan, tetapi aku tidak ingin Lia merasakan kesakitan. Kutekan sedikit demi sedikit, kepala kemaluanku bisa masuk, Lia mengaduh dan menjerit karena merasa perih. Aku menyuruhnya menahan. Efek dari obat dopping itu tadi adalah untuk sedikit meredam rasa perih, selanjutnya kutekan kuat-kuat.BlusssLia menjerit cukup keras, Ooommm tititnya sudaaahhh masuk kkaahhh?Udah sayang tahan ya kataku sambil mengelus-ngelus rambut Lia.

Aku mundurkan batang kemaluanku. Karena sangat sempitnya, ternyata bibir kemaluan Lia ikut menggembung karena tertarik. Kumajukan lagi, kemudian mundur lagi perlahan tetapi pasti. Beberapa waktu, Lia pun sepertinya sudah merasakan enak. Setelah cairan mani Lia yang ada di lubang perawannya semakin membanjir, maka lubang kenikmatan itu sudah sedikit merekah. Aku menggenjot maju mundur dengan cepat. Ahhh.. inikah kemaluan perawan gadis imut. Enak sekali ternyata. Hisapannya memang tiada duanya. Aku merasa keringat telah membasahi tubuhku, kulihat juga keringat Lia pun sudah sedemikian banyaknya.

Sambil kuterus berpacu, puting susu Lia kumainkan, kupelintir-pelintir dengan gemas, bibir Lia aku pagut, kumainkan lidahku dengan lidahnya. Aku merasakan Lia sudah keluar beberapa kali, sebab aku merasa kepala batang kemaluanku seperti tersiram oleh cairan hangat beberapa kali dari dalam lubang surga Lia. Aku ganti posisi. Jika tadi aku yang di atas dan Lia yang di bawah, sekarang berbalik, aku yang di bawah dan Lia yang di atas. Lia seperti kesetanan, bagaikan cowboy menunggang kuda, oh enak sekali rasanya di batang kemaluanku. Naik turun di dalam lubang surga Lia.

Sekian lama waktu berlalu, aku merasa puncak orgasmeku sudah dekat. Kubalik lagi posisinya, aku di atas dan Lia di bawah, kupercepat gerakan maju mundurku. Lalu aku peluk erat sekali tubuh kecil dalam dekapanku, kubenamkan seluruh batang kemaluanku. Aku menegang hebat.Crruttt crrutttCairan maniku keluar banyak sekali di dalam lubang kemaluan Lia, sedangkan Lia sudah merasakan kelelahan yang amat sangat. Aku cabut batang kemaluanku yang masih tegang dari lubang kemaluan Lia. Lia kubiarkan terbaring di sofa. Tanpa terasa, Lia langsung tertidur, aku bersihkan lubang kelaminnya dari cairan mani yang perlahan merembes keluar, kukenakan kembali semua pakaiannya, lalu kubopong gadis kecilku itu ke kamarnya. Aku rebahkan tubuh mungil yang terkulai lelah dan sedang tertidur di tempat tidurnya sendiri, kemudian kucium keningnya. Terima kasih Lia atas kenikmatannya tadi. Malam pun tiba.

Keesokan harinya, Lia mengeluh karena masih merasa perih di vaginanya, untungnya Tante Linda tidak tahu. Hari berlalu terus. Sering kali aku melakukan olahraga senggama dengan Lia, tentunya tanpa sepengetahuan Oom Joko dan Tante Linda.
KOLEKSI VIDEO BOKEP TERBARU


HUBUNGAN GELAPKU YANG ASIK

Cerita Dewasa Hubungan Gelap Cerita ini bisa dibilang merupakan pengalaman pribadiku. Sebuah hubungan 'gelap' dengan seorang gadis bernama Imel. Dibilang hubungan 'gelap' karena aku sendiri sudah beristri dan beranak, dan aku kenal baik dengan ayah Imel yang juga merupakan rekan bisnisku. Tapi aku sebelumnya belum pernah ketemu Imel karena dia sekolah di luar kota. Keluarga Imel merupakan keturunan Tionghoa yang cukup lumayan bisnisnya. Perkenalanku dengan Imel berawal pada saat aku menghadiri peresmian salon & butik milik Mei dimana aku terlibat dalam pembuatan sistem back-officenya, Mei adalah adik ipar Imel.Wajah Imel terlihat mirip presenter Yuanita Kristiana tapi sedikit lebih kurus dan pendek, sedang Mei berwajah manis biasa dan badan sedikit lebih berisi dibanding Imel. Kami sempat ngobrol lama pada acara itu dan selanjutnya tdk pernah ketemu lagi selama kira2 sebulan.



Cerita Dewasa Pada suatu siang saat aku sedang hunting foto Mei menelponku supaya aku mampir ke kantornya krn ada sesuatu yg hendak dibicarakan mengenai program office-nya, dan aku pun langsung meluncur kesana menemuinya. Sesampainya di kantor Mei kami langsung membicarakan pekerjaan kami di ruangan dia.
Selang beberapa saat datang Imel sambil membawa bungkusan.

"Eh..., ada mas Anto.. Kebetulan nih, aku bawa burger.. Kita lunch sekalian yuk.." kata Imel.
"Ah, aku sudah makan kok barusan.." jawabku basa-basi.
"Gak apa2, mas.. Temenin ci Imel tuh, kebetulan aku ada janji sama client nih.." sahut Mei.
"Oke deh kalo begitu.." jawabku.
"Kita makan di atas aja yuk, mas.. Sambil liat ruang senam yg baru.." ajal Imel.
"Atas mau dibuat sanggar ya?" tanyaku sekenanya.
"Nggak kok, mas.. Tu ci Imel pengen punya ruang senam pribadi aja.." sahut Mei.
"Oooo, gitu.." jawabku sambil manggut2.
"Udah sana ke atas temenin ci Imel, kelaparan tuh..!" kata Mei.
"Ha..ha..ha.. Ayuk, mas..! See U Mei..!" sahut Imel sambil keluar ruangan diikuti aku.

Kami naik ke lantai atas dan masuk ke sebuah ruangan berukuran kira2 8X6m. Lantainya karpet abu2 dan temboknya dilapisi bahan peredam warna hitam. Ruangan itu kosong, hanya ada satu meja kerja & laptop di pojok, sofa panjang dgn satu meja di depannya, dan lemari kecil disamping meja kerja dgn seperangkat home-theatre di atasnya. Sebuah kaca yg besar terpasang di salah satu sisi dinding, ukurannya hampir memenuhi satu sisi dindingnya. Beberapa lampu dinding tampak terpasang dan di langit2 terdapat 6 lampu sorot kecil. Indah sekali, batinku sambil melihat sekeliling ruangan.

"Silahkan duduk, mas.. Aku setel musik dulu" kata Imel sambil menyalakan CD dan alunan piano Richard Clayderman mulai terdengar sayup.
"Suka lagu2 gini mas?" kata Imel sambil membuka bungkusan burgernya dan menyiapkan untuk kami berdua.
"Suka.. Apalagi ndengerin sambil cari inspirasi.." jawabku sambil meletakkan tas kameraku.
"Wah, suka fotografi ya..?" tanya Imel.
"Hobi aja sih, gak buat profesi. Kalo ada yg pake sih ga nolak.. Hehehe.." jawabku sambil makan.
"Hobi kalo menghasilkan kan bagus tuh.." kata Imel sambil ikut makan.

Kami pun makan sambil ngobrol kesana-kemari, bercanda dan kadang main tebak2an. Setelah selesai makan Imel segera membersihkan sisa2 dan bungkus makanan kami.

Cerita Dewasa Mendadak dia bertanya kepadaku "Mas, aku kasih job foto mau?"
"Emmm..., gimana ya? Job foto gimana? Kalo acara2 resmi atau wedding aku belum pernah sih.." jawabku.
"Foto aku..! Aku ingin difoto sendiri, privat..!" kata
"Maksudnya kamu mau difoto seperti model gitu..?" tanyaku.
"Iya, tapi khusus buat aku pribadi lho.. Berapa harganya, mas..?" balas Imel.

Wah, aku belum pernah dapat job foto model gini, batinku bingung.
"Gampang soal itu deh.. Kayak sama siapa aja, lagian buat eksperimen aku juga.." jawabku sekenanya.
"Bener nih..? Kalo iya, kita mulai aja..!" kata Imel.
"Sekarang? Lokasinya mau dimana?" tanyaku.
"Disini aja, kira2 bagus gak suasananya? Kalo diluar berarti harus cari lokasi dulu deh.." kata Imel.
Aku melihat sekeliling ruangan. Tampaknya layak juga untuk foto session. Dinding, lampu ruang yg bisa diatur, suasana, semua oke sih.
"Oke, bisa kok disini kalo mau.." kataku.
"Siiipp...! Sebentar, aku make-up dan cari baju dulu ya.." kata Imel sambil keluar ruangan.

Aku segera menyiapkan kamera SLR-ku dan perlengkapannya, lalu mengambil sample seting pencahayaan disitu (mirip profesional? Hahaha..!)

Cerita Dewasa Tak beberapa lama Imel masuk kembali, kali ini dia tampak lebih cantik dengan dandanannya. Dia memakai celana jeans pendek sekali dan t-shirt besar warna putih. Pahanya yang mulus semakin kelihatan jelas dan rambutnya yang bergelombang sebahu dibiarkan terurai. Pundaknya yg putih nampak terbuka sebagian karena t-shirtnya yg lebar itu. Tidak nampak adanya tali BH membuatku semakin penasaran. Pikiranku mulai melayang kemana-mana nih..
"Kok melamun sih...? Gimana penampilanku?" kata Imel membuyarkan pikiranku.
"eh.. mmm.. Bagus kok.." jawabku gugup.
"Keliatan sexy gak, mas..?"
"Sexy kok, kamu juga keliatan cakep.." jawabku polos.
"Ihh... Mas Anto jangan ngeledek, ah.."
"Bener kok, Mel.. You're look so beautiful & sexy..!" jawabku.
"Kita mulai aja ya.." ajak Imel sambil pasang gaya.
"Kita ambil sample dulu ya.." jawabku sambil mulai jepret dia beberapa kali.
Setelah sepakat dengan hasilnya, kami melanjutkan sesi foto kami. Imel nampak luwes dalam bergaya.

Dalam beberapa pose dia nampak ingin tampil sexy dengan menurunkan belahan pundaknya, membuatku makin penasaran saja.
Akhirnya aku pun berkomentar juga "Yang lebih menantang dong, Mel..."
"Oke..." jawab Imel.
Kemudian dia memasukkan tangan ke dalam t-shirtnya lalu melempar sesuatu ke lantai. Wow..! itu tadi ternyata BH tanpa talinya, Imel sekarang tdk pakai BH. Aku kembali melihatnya, tambah kelihatan sexy karena putingnya kelihatan menonjol dibalik t-shirtnya.
"Ready..?" tanyaku.
"Oke.." jawab Imel.

Imel mulai berpose lagi, kali ini semakin berani. Dia mulai melorotkan t-shirtnya sehingga nyaris kelihatan payudaranya, belum posenya yg membuat laki2 bergetar.
Tak berapa lama Imel membuka retsleting celananya sehingga CD-nya yg berwarna merah kelihatan. Dia terus bergaya dengan pose yang semakin menantang.

"T-shirtnya buka aja, Mel.." kataku tanpa sadar.
"Malu, ah mas..!" jawab Imel.
"Gak apa2.. kan ini cuma buat pribadi aja..." kataku.
"Malu sama mas Anto, tau..!" kata Imel.
"Gak apa2 kok.. Kayak sama siapa aja.." jawabku semakin berani.
"Oke lah.." jawab Imel sambil membuka t-shirtnya sambil membelakangiku.
"Ok, pose gitu ya.. Muka noleh ke kamera dong.." kataku.
Aku ambil gambarnya beberapa kali dalam pose itu.
"Hadap samping, Mel.." kataku.

Cerita Dewasa Imel pun berpose menghadap samping dengan tangan menutupi dadanya dan wajah ke kamera. Setelah beberapa kali jepretan, aku memintanya menghadap kamera. Imel pun menurut dengan tangan tetap di dada. Uuhh... Membuat semakin penasaran nih, batinku.
"Jangan ditutupi dong, Mel.." kataku.

Imel tidak menjawab tapi langsung berpose dengan berkacak pinggang. Payudaranya yang tidak terlalu besar tapi kencang dan bagus bentuknya dengan puting menantang langsung kelihatan. Aku sempat terpana melihat pemandangan itu, betul2 topless.

"Udah, jangan melongo gitu mas..! Katanya suruh kelihatan.." kata Imel sambil tersenyum.
"Ehh... i..i..iya.." jawabku gugup sambil siap untuk memotret. Kurasakan adik kecilku mulai mengeras juga. Wah, gawat nih.., batinku.

Setelah beberapa jepretan kami lalu beristirahat dan Imel mengenakan t-shirtnya lagi. Kami melihat hasil jepretanku di kamera sambil duduk di lantai karpet.
"Kurang jelas mas, kecil2 banget.." kata Imel.
"Liat pake laptop aja, ntar aku sambungin.." jawabku.

Cerita Dewasa Imel berdiri mengambil laptop di meja, langsung aku sambung ke kamera dan aku transfer foto2 tadi. Kami melhat hasil dari awal sambil saling berkomentar hasilnya. Sampai pada foto topless Imel terdiam sambil mengamati satu persatu, aku pura2 cuek aja.

"Mas, foto lagi yuk.." mendadak Imel berkata padaku.
"Oke..." jawabku.
"Tapi...." kata Imel sambil menatapku, ada keraguan di mata dan nada bicaranya.
"Kenapa, Mel..?" tanyaku.
"Aku mau difoto naked, telanjang..! Tapi yang kelihatan art-nya gitu.. Kira2 gimana, mas..?" jawab Imel.
Aku sempat kaget, bingung, dan mungkin girang campur aduk jadi satu.
"Eeee... bisa kok.. Lagian kamu punya tubuh yang bagus, pasti ntar keliatan indah hasilnya.." jawabku sekenanya.
"Ah.. Mulai tuh gombalnya..." kata Imel tersipu.
"Suer... Bener kok.. Kamu cakep, punya body bagus, mulus.. Kurang apalagi coba..?" kataku sambil berharap mudah2an dia jadi difoto.
"Oke lah... Ayuk, kita mulai.." kata Imel sambli berdiri. Yess..!! Aku bersorak dalam hati.

Imel mulai melepas t-shirt, celana pendeknya, lalu CD-nya sambil membelakangiku. Aku langsung mengambil gambarnya dari posisi belakang sambil mengarahkan gayanya. Imel menurut saja dengan arahanku dari mulai menghadap samping sampai ke kamera tapi dengan pose tangan tetap menutupi dada dan bagian bawahnya. Imel nampak enjoy dengan posenya yg semakin berani. Adik kecilku kembali terasa tegang, tapi tidak kuhiraukan karena asyik memotret.

"Open semua aja, Mel.. Nanggung.." kataku nekat. Imel kembali tersenyum dan perlahan melepas kedua tangannya dari dada dan bawahnya. Wow..! Perfect..!
Body Imel proporsional walaupun bisa dibilang agak kurus. Payudaranya tidak terlalu besar tapi bagus bentuknya, pantatnya pun sedang, jembinya kelihatan tipis dan rapi. Aku masih tertegun melihat pemandangan itu ketika Imel berkata "Tuh, kan.. Malah melongo.. terusin gak nih..?!"
"i..i..iya.. Terusin.. Habisnya kamu perfect, Mel.." jawabku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini.

Cerita Dewasa Lalu kami mulai lagi sesi pemotretannya. Kali ini Imel benar2 pose telanjang. Dia nampak enjoy dengan posenya, bahkan semakin lama semakin berani dan menantang. Kulihat sekilas dia merasa horny juga. Aku pun jadi semakin berani mengambil gambar bagian2 vitalnya dari dekat dan berbagai posisi. Adik kecilku terasa semakin berontak tapi aku tak peduli sambil terus mengambil gambar Imel.

Cerita Dewasa Setelah berapa puluh jepretan kami pun kembali istirahat duduk di lantai sambil melihat hasil sesi kami. Kali ini Imel tidak langsung mengenakan bajunya, dia hanya menutup dadanya dengan t-shirtnya. Aku disampingnya dengan perasaan tidak karuan. Bagaimana tidak? Ada mahluk manis dan sempurna telanjang bulat disebelahku!
Satu persatu dia mengamati fotonya di laptop dengan serius, seakan sedang menilai bentuk tubuhnya sendiri.

"Sempurna, Mel.." kataku tanpa sengaja terlepas.
"Ah, mas bisa aja.. Biasa aja kaleee.." kata Imel sambil mencubit pahaku.
"Yakin, Mel.. Ga bohong kok.." jawabku.
"iihhhhh, genit ah..!!" kata Imel merajuk sambil memukuli pahaku.
"Kamu tuh yg jadi genit kalo gini.. Cewek genit kan sukanya gitu.." jawabku.
"Tuhhhh kan... Malah ngeledek, awas lho.." Kata Imel sambil memukuli pundakku dengan tangan satu karena satunya memegangi t-shirt di dadanya.
Aku tertawa sambil memegang tangan yg memukuliku. Tanpa sadar tangan satunya berusaha memukulku juga sehingga t-shirtnya terlepas, aku langsung terdiam melihat payudaranya. Melihatku terdiam Imel langsung sadar dan segera melepas tangannya dan menutupi dadanya sambil tersipu melihatku.Aku menatap wajahnya yg tersipu itu, Imel nampaknya jadi salah tingkah dan terdiam menatapku juga.

Perlahan aku memegang kedua tangan yg menutupi dadanya lalu kulepas dari dadanya. Imel diam saja sambil kami bertatapan tapi wajah kami semakin mendekat entah siapa yg duluan. Lalu kukecup bibir tipisnya, dia diam saja sambil memejamkan matanya. Kali ini kucium bibirnya dan dia mulai membalas ciumanku, akhirnya bibir kami saling bertaut. Tak berapa lama Imel melepas tangannya dari peganganku dan langsung memeluk leher serta kepalaku. Ciuman bibirnya bertambah ganas, nafasnya pun jadi semakin cepat. Hmmm.. Imel mulai naik nih.., batinku. kami pun saling berpelukan sambil saling bermain mulut dan lidah.

Tanganku perlahan mulai gerilya di dada Imel. Kuraba dan kuelus payudaranya sambil sesekali memainkan putingnya, kadang kuremas perlahan. Imel semakin ganas menciumku dan semakin erat memelukku. Kemudian perlahan kurebahkan tubuhnya di lantai karpet sambil kami tetap saling berpagut.

Dengan posisi Imel yang rebah semakin memudahkan tanganku untuk menjelajahi tubuh mulusnya. Sambil terus berpagut bibir tanganku mulai memainkan payudaranya, kanan kiri bergantian. Kuremas perlahan dan kumainkan putingnya yg makin mengeras.

Lalu kulepas bibirku kemudian mulut dan lidahku mulai menjelajahi leher Imel, setelah puas terus turun ke arah payudaranya. Kukecup, jilat dan hisap payudara Imel satu persatu sementara tanganku mulai menjelajah ke selangkangan Imel. Imel mulai mendesah dan menggeliat merasakan naik birahinya ketika tanganku menyentuh pintu meqinya. Aku terus mempermainkan payudara Imel dgn mulutku sementara jariku memainkan pintu meqinya. Imel semakin menggelinjang sambil mendesah-desah dgn mata tertutup menikmati permainan ini.

Cerita Dewasa Kemudian perlahan kuarahkan lidahku turun ke arah perut Imel, kujelajahi bagian perutnya dengan lidah dan mulut sampai akhirnya berhenti di dekat meqinya. Lalu aku beranjak dan duduk di depan selangkangan Imel dan segera kubuka lebar kedua kakinya. Kujilati mulut meqinya yg mulai basah perlahan sambil sesekali kumasukkan lidahlu kedalam lubangnya. Ternyata meqi Imel tidak berbau sama sekali dan dia sepertinya sudah bukan perawan, membuat aku semakin asik memainkannya. Imel semakin menggelinjang sambil memegang kepalaku, mulutnya terus mengeluarkan desahan2 kenikmatan "oooohhhh... aaahhhhh.. Masss... uuuuhhh...."
Aku terus memainkan lidahku di meqi Imel yang semakin basah oleh cairannya. Tak berapa lama dia menggelinjang hebat dan meqinya tampak semakin membanjir oleh cairannya dan desahannya semakin bertambah keras "aaaahhhh...! uuuuuhhh...massss...! Terusssss....! ooooouuughhhh...!!"
Rupanya dia sudah orgasme oleh lidahku. Seketika itu juga aku teringat pintu sudah dikunci atau belum, kuatirnya ada orang mendengar dan masuk. Aku menghentikan aktivitasku dan bermaksud mengunci pintu.

Imel ikut bangun menatapku dan berkata dengan nada protes, "Kok berhenti sih.. Kenapa..?!"
"Pintu udah dikunci belum tuh?"
"Udah.. Tadi aku kunci kok.."
"Mel, aku mau nanya sesuatu boleh?" tanyaku pelan, aku ingin yakin dia masih perawan ato tidak. Kalo masih, aku gak mau nerusin ini. Aku gak mau merusak dia juga.
"Nanya apa, mas..?" sahut Imel sambil memegang tanganku.
"eemmmm.. Kamu masih virgin gak?"
"Emang kenapa mas? Bedanya apa?"
"Aku gak mau merusak kamu kalo kamu masih virgin, Mel..." jawabku.
"Aku udah gak virgin kok.. Tenang aja.." kata Imel sambil mulai menciumi leherku dan tangannya mulai membuka kancing bajuku. Aku diam saja menikmati cumbuan Imel disekitar leherku sementara bajuku sudah mulai terlepas semua. Imel terus turun ke dadaku dan mulai menghisap putingku sambil kuelus pelan rambutnya yg harum, semakin membuatku sangat ingin 'meng-eksekusi' dia.

Perlahan Imel mendorongku hingga rebah dilantai sambil mulutnya terus mencium dan menjilati dadaku serta tangannya mulai meraba kedalam celanaku, setelah tangannya medapatkan kontolku langsung dipegangnya dan dipijit-pijit lembut. Kemudian Imel mulai membuka retsleting celanaku, tampak ujung kontolku menyembul dari balik CD-ku. Tak berhenti sampai situ Imel segera melorotkan celana dan CD-ku, aku pun langsung membantu melepasnya.

Sejenak Imel menatap kontolku yg sudah berdiri tegak dan keras dgn pandangan yg tak kumengerti. Ukurannya sih biasa, gak gede2 amat, tapi mengacung dgn sangat keras. Perlahan Imel mulai mengelus kontolku, kemudian menjilatinya dengan lembut, sangat nikmat sekali jilatannya. Lalu Imel mulai memasukkan kontolku ke mulutnya memulai prosesi BJ-nya. Serasa sekujur tubuhku seperti kesetrum sampai ubun2 menikmati BJ Imel, perlahan tapi pasti mulutnya maju-mundur mengulum kontolku sambil sesekali dijilati dan dikocok pelan kontolku.
"oohhh, Mel... Kamu hebat, sayang..." kataku disela-sela desahanku menikmati BJ-nya.
Lalu kuraih dan kuangkat tubuh Imel yg sedang mem-BJ-ku naik ke atas tubuhku hingga posisi kami jadi 69, posisi favoritku. Meqi Imel kini tepat di wajahku dan segera kujilati, Imel kembali menggelinjang diatas tubuhku. Semakin kerap aku memainkan meqinya dengan lidahku Imel semakin ganas dalam BJ-nya, mungkin disebabkan karena birahinya yg semakin tinggi. Cukup lama kami dalam posisi itu hingga akhirnya Imel kembali menggelinjang keras sambil melenguh panjang dan meqinya bertambah basah menandakan dia mengalami orgasme lagi. Kontolku yg sedang di BJ Imel pun semakin merasakan sesuatu yg akan keluar tapi aku masih berusaha menahannya, akhirnya kuhentikan aktivitasku dan berguling kesamping menurunkan tubuh Imel. Kini dia tergeletak pasrah di lantai, semakin membuatku ingin segera menerkamnya. Aku merebahkan diri disampingnya dan kembali menjilati putingnya sambil meremas-remas payudaranya. Tangan Imel meraih kontolku lalu meremas dan mengocoknya.

Tak lama kemudian Imel menarik tubuhku untuk menindihnya, rupanya dia sudah ingin dieksekusi tapi malu untuk mengatakannya. Aku pun segera menindihnya tapi tak kumasukkan kontolku ke meqinya sambil kutatap Imel, tampak pandangannya seperti sedang mengharapkan sesuatu. Kuciumi leher Imel sambil menusuk-nusukkan kontolku ke permukaan meqinya, sengaja tidak kumasukkan dulu supaya dia tambah penasaran. Rupanya Imel sudah tidak tahan, kakinya semakin lebar mengangkang membuka jalan untukku.

Perlahan kugenjot pinggangku dan masukkan kontolku ke meqinya secara bertahap. Imel memelukku erat ketika perlahan meqinya dimasuki kontolku. Meqi Imel terasa agak sempit tapi enak sekali rasanya.
Akhirnya kutekan penuh pinggangku sehingga kontolku masuk semua ke meqinya.
"auuhh..mas..aaaahhhh..!!" desah Imel sambil mempererat pelukannya.
Aku mulai menggenjotnya perlahan, lalu tambah cepat, lalu pelan lagi, terus menerus. Imel nampak merem-melek sambil terus mendesah menikmati genjotanku. Setelah bosan posisi itu aku segera bangkit dan kucabut kontolku lalu kutekuk kaki Imel keatas. Kemudian sambil jongkok kumasukkan kontolku lagi dan kembali kugenjot.
"ooowhhh...punyamu keras sekali masss...aaahhh...aku suka...uuuhh.." kata Imel disela desahannya.
"Punyamu juga enak, Mel.." jawabku sambil terus menggenjotnya. Payudara Imel bergerak naik-turun seiring genjotanku, segra kuraih keduanya dan kuremas-remas perlahan. Imel jadi semakin terangsang dan mendesah-desah tak karuan.

Cerita Dewasa Beberapa lama kemudian kucabut kontolku dan membalikkan badan Imel supaya nungging.
"Jangan lewat pantat, mas... Gak mau.." kata Imel kuatir.
"Gak, Mel.. Tenang aja.." jawabku.
Segera kumasukkan kontolku lagi ke meqinya setelah Imel dalam posisi nungging langsung amblas ke dalam, Imel melenguh panjang "uuuuuugghhhh...masssshh..".
Segera kugenjot Imel dalam posisi doggy, dia tambah mendesah-desah tak karuan. Rupanya posisi ini memberikan sensasi yg hebat buat dia. Benar saja, tak sampai 5 menit dia mengalami orgasme lagi sampai wajahnya tertelungkup ke lantai. Posisi seperti ini membuat dia jadi lebih tinggi nunggingnya. Aku pun berhenti dan berdiri. Kumasukkan lagi kontolku ke meqi Imel yg sedang nungging. Bleeesss..... Langsung kugenjot lagi dengan irama biasa dan lama2 menjadi cepat. Imel kembali mendesah-desah tak karuan. Dia nampaknya pasrah mau dibuat seperti apa.

Setelah puas kulepas kontolku lalu kubaringkan Imel lagi di lantai. Kutindih dia lagi dgn posisi misionaris. Kembali kuhujamkan kontolku kedalm meqinya. Langsung kugenjot cepat karena aku sudah tidak tahan ingin segera menyemburkan maniku. Imel rupanya paham dengan maksudku, kakinya segera melingkar di pinggangku dengan erat. Rasanya semakin enak sekali meqi Imel. Terus kupercepat genjotanku sambil berbisik ke Imel, "Keluarin diluar atau dalam, Mel..?"
"Terserah, mas...aku gak peduli, ah.." jawab Imel disela-sela deshan nafasnya yg memburu. Pikiranku sempat bimbang juga, aku gak mau kalo Imel sampai hamil juga. Bisa panjang sekali nanti urusannya, pikirku.
Lalu kulepaskan lilitan kaki Imel di pinggangku dan kunaikkan ke depan dadanya, terus kugenjot lagi dia dengan cepat. Imel semakin hebat menggelinjangnya menandakan dia hampir sampai orgasme. Semakin kupercepat genjotanku karena kurasakan sesuatu akan segera menyembur.
"Massss...massss...uuuhhh...aaagghh..uuuhhhhhhhh.. .maassss...!!!" Imel memekik tanda dia sudah orgasme lagi. Kupercepat lagi genjotanku sampai terasa klimak. Sebelum laharku menyembur, kulepas kontolku dari meqi Imel dan beringsut ke atas badan Imel. Aku sudah tidak tahan, akhirnya..
"aaaahhhh... Mel...aku keluarrrr...!!" dan.. Crot..crot..crot..crot.. Beberapa kali aku menyemburkan maniku di dada dan wajah Imel. Dia tidak menolak sama sekali, bahkan ikut mengocok kontolku dan itu membuatku semakin kegelian.

Tak lama kemudian Imel meraih t-shirtnya dan membersihkan cairan maniku di wajah dan dadanya. Aku pun berbaring di sisinya. Lalu Imel memelukku sambil berkata, "Terima kasih ya mas, pengalaman ini indah sekali..."
"Sama-sama, Mel... Kamu suka..?"
"Ehhmmmm..., baru kali ini aku merasakan seperti ini. Dulu sama mantanku gak kayak gini. Payah dia, cuma mau enaknya sendiri.." sungut Imel.

Setelah ngobrol2 sejenak sambil berbaring di lantai kami pun segera mengenakan baju dan aku juga berkemas bersiap2 untuk pulang. Sebelum membuka pintu Imel memegang tanganku dan memberikan ciuman di pipiku, baru kami keluar dan turun. Di bawah nampak Mei sedang berdiri di depan kantornya. Dia agak terkejut melihat kami berdua.
"Lho, dari mana aja kalian dari tadi..?" tanya Mei. Aku baru ingat ternyata tadi cukup lama juga aku dengan Imel. Makan + ngobrol kira2 1 jam-an, sesi foto 1,5 jam-an, sesi 'bercinta' hampi 1 jam-an, istirahat 30 menitan, kira-kira 4 jam lebih!
"Dari atas lah...emang mau dari mana lagi.." jawab Imel. Kulirik Imel nampak dia mengerlingkan sebelah mata ke Mei dan kulihat raut Mei jadi berubah agak melongo dan bertanya-tanya. Wah, jangan2 Imel nanti cerita ke Mei tentang peristiwa tadi. Tapi kubuang pikiran itu dan segera berpamitan pada mereka berdua.

Aku pun pulang dengan perasaan puas sekali. Hunting foto yang akhirnya dapat obyek bagus + bonusnya. Sejak itu Imel kadang kontak kalau sedang ingin ditemani, entah untuk teman ngobrol atau 'yang lain'...
KOLEKSI VIDEO BOKEP TERBARU


Cerita Dewasa Pingin Di Keloni

Cerita Dewasa Pingin Di Keloni Saat usia TK, aku pernah memergoki kedua orang tuaku 'menunaikan tugas' rumah tangga, karena tempat tidurku hanya terpisah oleh kain gorden dengan kedua orang tuaku. Pada usia SD, hobby mengintip orang mandi telah membakar otakku untuk lebih 'encer'. Sampai kemudian sejak SMP pelajaran 'mempermainkan jari' telah kulampaui dengan penuh keberanian dan kenekadan setiap kunaiki kendaraan umum, gara-gara hobby baruku nonton film biru.


Saat di SMA, seorang teman menertawakan ketololanku karena belum pernah melakukan onani dan hanya mengandalkan mimpi basah sementara adik-adik kelas antri untuk menjadi mangsaku (mengingat saat itu aku aktif sebagai ketua OSIS). Dan akhirnya keperkasaanku terjajal setelah lulus SMA sebagaimana telah kuceritakan di edisi sebelumnya (Daun berembun & Pulau berminyak).

Ketika sekolah di Selandia dan Belanda, pengalamanku bertambah sedikit demi sedikit sampai akhirnya menjadi co-pilot dan berpetualang ke pelosok negeri. Salah satu kisahnya adalah berikut ini.

Ini adalah yang kelima kalinya aku mendapat schedule 5 hari Ambon-Ternate. Kali ini capt. Frank yang hobby bobok masih menjadi bosku, di dampingi seorang pramugari montok bernama yuni dan pramugara gebleg bernama Ardi. Seperti biasa hari pertama adalah hari perkenalan antar crew. Capt. Frank orangnya gempal tapi funky, terkenal jago 'cari' cewek kepulauan di kalangan senior. Ardi seorang pramugara senior yang tak kalah gila dengan para captain 'girang'. Yuni pramugari senior berwajah manis bertubuh montok karena memakai spiral sebagai pengaman kalo terjadi 'insiden'. Sementara aku hanyalah ampas bila dibandingkan mereka bertiga pada saat itu.

Malam kedua setelah last landing, Om Frank kutemui sedang ngobrol dengan petugas restaurant hotel Ambon Manise, sembari menunggu ketiga anak buahnya makan malam bersama.

Lima menit kemudian kedua rekan lainnya menyusul kami. Kami makan malam diselingi gelak tawa sembari ngobrol tentang pengalaman-pengalaman erotis selama tugas terbang, sementara aku cuma menjadi pendengar yang 'memendam' perasaan. Demikian juga schedule hari ketiga. Pada malam keempat nampak kejenuhan mulai menggelitik kami berempat, namun nampaknya si captain dan sang pramugara telah memiliki jam terbang cukup banyak untuk menyelesaikan masalah mereka masing-masing. Yuni nampaknya juga tak berminat untuk merasakan kegerahan mereka berdua, hal ini nampak sekali karena selama tiga hari ini Yuni lebih lengket padaku, maklum dia mending milih sasaran yang lebih 'empuk' kalau terpaksa. Hal ini diperkuat ketika pada malam terakhir (hari kelima) Yuni semakin berani mencari kesempatan ngobrol berdua denganku. Memang aku nggak good looking amat, cuma kalau sudah nggak kuat nahan apa mau di kata, begitulah kira-kira opininya di satu kesempatan kami berdua.

Malam itu, pukul tujuh, Yuni menelepon, katanya ingin ngobrol. Kucari berbagai dalih agar itu tak terjadi. Yuni memanggilku ke kamarnya, biar lebih enak ngobrolnya. Karena aku tidak mau dimasukkan ke daftar gosipnya, aku tantangin biar dia ke kamarku. Eh, dasar sudah kebelet kali, Yuni menyambut tantanganku, setelah menutup telepon, dia mengetuk pintu kamarku. Sekarang aku yang panik. Yuni masuk ke kamarku dengan daster mini, kakinya yang mulus terlihat indah. Kemontokannya memang tidak bisa disangkal. Tergoda juga sih.., but prinsip is prinsip.

Kini Yuni di depan mataku, tinggal sontok dan tanpa tawar lagi namun keberuntungan masih di pihakku. Telepon berdering, ternyata co-pil dari pesawat lain yang ternyata temanku, juga nge-RON (Rest Over Night) di tempat yang sama. Namanya Hari.

"Jul.., lagi ngapain lu?"
"Bengong.., kenapa?"
"Bantuin gue dong!"
"Bantuin? emang kenapa?"
Lalu Hari bercerita, katanya saat dia jalan-jalan sempat berkenalan dengan tiga ABG setempat, manis-manis, tapi hari kewalahan mengaturnya. Hari kemudian minta bantuanku untuk menemaninya.
"Thanks god..", batinku karena aku akhirnya punya alasan cabut dari terkaman macan dan dengan sedikit 'speak', aku terlepas dari cengkraman Yuni, yang kemudian kembali ke kamarnya dengan muka di tekuk.

Singkat cerita, kami (aku & Hari) berhasil di kadalin oleh tiga ABG lokal Ambon tapi aku tak terlalu sekecewa Hari yang telah bermimpi sebelum tidur. Sekembali ke hotel kutelepon Yuni, namun dengan suara malas Yuni memaafkanku yang telah meninggalkannya dalam keadaan horny tadi. Yah, padahal aku sudah sedikit berubah pikiran. Kututup telepon, lalu turun ke bawah hotel, di mana ada bar & karaoke di sana. Kupikir ada baiknya melepaskan ketegangan, karena besok hari terakhir di Ambon (setelah itu aku belum pernah ke Ambon lagi hingga sekarang Ambon dilanda tragedi)

Di tempat karaoke, aku datangi bartender yang juga merangkap petugas hotel. Namanya Alex dan kami biasa bertukar cerita tentang kehidupan malam. Menjelang jam dua belas, sudah empat lagu kunyanyikan bergantian dengan pengunjung lainnya. Jam satu, karaoke akan tutup. Akibat minum bir, rasa kantukku telanjur lenyap.

Jam setengah satu Alex mengahampiriku, "Jul".
"Ada apa Lex?"
"Liat cewe sebelah kananmu, tempat duduk paling ujung!"
"Iya, kenapa Lex?", tanyaku setelah melihat seorang wanita bertubuh sintal, berbaju rapi bercelana jeans ketat.
"Katanya, dia tertarik kaos kamu, dia nanya itu kaos joger apa bukan.."
Memang, kebetulan aku memakai kaos joger hijau tua bertuliskan: "Ma'af anu saya cuma 'L' "

"Cakep nggak Lex? dari sini terlalu gelap"
Alex hanya mengankat dua jempolnya. "Kamu kenal Lex?"
"Dia sering ke mari jul.., katanya baru sekali liat kamu, kalo boleh kaosmu mau dia beli, katanya kaos joger cuma ada di Bali.."
"Lah, ntar gua pake apa Lex?"
Alex diam menunggu reaksiku

"Terus bilang apalagi Lex?"
"Dia nanyain nama kamu sama asalmu.. katanya mukamu seperti orang jawa.."
"Kamu kasih tau aku kerja di mana?"
"Beta bilang aku belum kenal juga Jul.."
"Ok.., kali ini mau tolongin aku gak Lex?"
"Pasti Jul, asal jangan lupa temen aja.., apa yang Beta bisa bantu?"
"Tolong kasih nomor kamarku ke dia, suruh dia ambil sendiri kaosnya di kamarku, nggak usah bayar.."
"Oke boss.!"
"Dan.."
"Ada lagi..?"
"Kasih aja nama asliku, tapi bilangin kalo aku gigolo dari Jawa"
"Udah..?"
"Udah itu aja, sekarang aku mau ke kamar dulu, persiapan.."
Alex nyengir, tapi dia paham luar kepala akan maksudku. Setelah meyelipkan beberapa lembar uang tip dan membayar bir, aku kembali ke kamar.

Tiba di kamar, semua perabot yang berhubungan dengan profesiku kumasukkan ke dalam lemari, dari sepatu, koper, topi, dasi, ID.., pokoknya ruangan kurapikan dengan kilat agar terkesan aku sedang berlibur di Ambon.

Ternyata dugaanku benar, telepon berdering. Setelah kuangkat terdengar suara merdu seorang wanita.
"Kaosnya udah dibungkus Dik..?"
"Eh.., udah Mbak.., kirain nggak beneran..", jawabku menangkap isyaratnya.
"Kamar 306 kan?"
"Betul Mbak.."
"Saya ke sana?"
"Saya tunggu Mbak.."
"Krekk!", telepon ditutup. Dag.., dig.., dug juga aku menunggu saking tegangnya. Sengaja kubuka pintu sedikit, tak sampai 2 menit, pintu kamarku terbuka dengan pelan. Kemudian nampak seraut wajah cantik melongok kamarku.

"306?"
"Masuk aja Mbak.."
Wanita cantik berumur sekitar 28 itu masuk. Rambutnya dipotong saggy, lurus hitam sepundak, matanya sendu sedikit kubil, hidungnya bangir, mulutnya mungil indah, lehernya jenjang, kulitnya putih, dadanya nampak penuh, sekitar 36B. Tubuhnya indah sekali deh, pinggangnya ramping, kakinya indah.

Sejenak aku tercekat, ada sedikit sesal jika membohongi manusia secantik ini ada juga remang di bagian belakang leherku.
"Jangan-jangan bukan manusia..", pikirku.
"Halo..?", suaranya menyadarkanku.
"Eh.., ng.., iya Mbak.., ini..", jawabku agak parau sambil menunjuk ke arah bungkusan kaos joger.
"Kepalang tanggung", begitu pikirku pada akhirnya.
"Nova.."
"Lina.."
Tangan lembutnya menyambut tanganku yang mulai dingin.

"Duduk dulu Mbak..", kataku sok santai sambil melangkah ke arah kamar mandi.
Di kamar mandi aku menenangkan diri. Kutarik napas dalam-dalam.
"Sabar Jul..", begitulah kira-kira kata hatiku.

Sekitar dua menit kemudian darahku sudah mengalir lebih tenang. Ketika keluar dari kamar mandi, Lina sedang menelepon. Lina menoleh, menutup telepon dan tersenyum.
"Siapa Lin?"
"Ngga ada suara, telepon kaleng kali"
Aku tersenyum kecut, "wah pasti si Yuni", pikirku.
"Udah makan?"
Lina mengangguk, kuambil dua kaleng green sand dari kulkas kecil, dan kusodorkan rokok A mild menthol. Lina mengambil sebatang rokok, dan langsung menyalakannya. Selanjutnya, kami bercerita tentang pengalaman kami. Ternyata Lina adalah seorang wanita panggilan khusus tamu penting hotel. Tarifnya lumayan tinggi meski masa itu belum jaman likuidasi. Lina bercerai di usia 22 dengan satu anak laki-laki berusia tiga tahun, keturunan China campur Manado. Malam ini kebetulan tidak ada "tamu penting" katanya. Lalu Lina bercerita tentang riwayatnya mencari nafkah over night seperti ini.

Untuk mengimbanginya, aku mengarang cerita tentang seorang gigolo muda yang belajar memulai profesinya di Bali, yaitu aku sendiri. Kuceritakan saat itu aku baru berlibur ke Ambon sekalian ke rumah teman lama. Setahuku, Lina mengajak bertukar cerita karena telah diberitahu oleh Alex bahwa aku seorang gigolo.

"Nov, aku nunggu pagi di sini ya?!"
"Tenang aja Lin.., anggap aja aku pacarmu.."
Lina mecibir mendengar jawabanku.
"Kalau cape tiduran aja Lin.."
"Kamu aja Nov, tanggung udah jam tiga, jam lima aku pulang kok.."
Aku tersenyum, sekarang aku melangkah ke arah tempat tidur, "Ya udah, aku aja yang selonjorin kaki, sory ya aku duduk di tempat tidur".
Lina tersenyum lalu menunduk. Kulihat pipinya memerah. Kugeser dudukku, kami saling berpandang sejenak, lalu kuberi isyarat dengan mata agar Lina duduk di sebelahku. Dengan pelan Lina beranjak ke arahku. Mukanya makin memerah, menambah debaran di hatiku.

Tiba-tiba dengan tak kuduga Lina melepaskan bajunya, "Takut kusut kalo pulang Nov.."
Kututupi mata takjubku akan keindahan tubuh bagian atasnya yang kini hanya mengenakan BH hitam tipis. Tampak dua belahan itu tak tertampung dengan sempurna dan sedikit menyembul di sana sini. Lina masih menunduk saat sisi pantatnya menyenggol pinggangku.
"Ada yang lain lagi yang kau pikirkan..?", tanyaku agak bergetar.
Lina menggeleng lembut.
"Apakah pikiran kita sama?"

Kali ini Lina mengangkat wajahnya mencoba menatapku. Matanya.., indah sekali. Kudekatkan wajahku perlahan, mataku tak pernah lepas dari matanya. Lina hanya memiringkan sedikit kepalanya. Bibir kami saling menyentuh, melebur dengan lembut lalu menghangat. Kuraih tangan Lina, kurangkulkan ke leherku. Bibir Lina semakin hangat, kuraih pinggang Lina, kutarik sedikit ke bawah hingga rebah tanpa melepaskan pagutan kami. Kini bibir Lina semakin aktif, kulepaskan pagutanku.., Lina terkejut lalu menatapku. Kusambut lagi dengan ciuman yang lebih menggelora. Lidah kami bergelut dan menari di dalam.

Saat panas mulai hinggap, kutarik tubuhnya dengan pelan hingga Lina duduk di pangkuanku. Kini Lina yang melepaskan ciumannya terlebih dahulu, matanya terbalik memutih lalu kepalanya mendongak penuh. Dengan cepat kusambut leher jenjangnya, putih dan harum. Kujilati dengan nafas agak memburu.

Lina melenguh, badannya menggelinjang, jari-jari tanganku di punggungnya mulai mencari tali pengikat BH-nya.., dan berhasil.., kini permainan benar-benar dimulai. Sambil mengatur nafas jilatanku menurun ke arah dadanya, lidahku berputar-putar di sekitar putingnya yang pink kehitaman. Tubuh Lina bagai menari di pangkuanku, pantatnya mulai bergoyang dengan liar sampai akhirnya, pertahanannya bobol saat lidahku berekreasi di putingnya, menekan, memutar, menghisap, menarik-narik kecil puting indahnya.

Tiba-tiba dengan cepat Lina mendorong dadaku dengan kuat, aku terkejut. Kini posisiku telentang. Lina di atasku, sekarang matanya tak sendu lagi, dengan agak kasar Lina menarik kaosku ke atas. Setelah terlepas, lidahnya langsung memburu puting susuku yang mungil, menjilati dadaku yang agak kerempeng, menjilat-jilat seputar pusarku. Tanganku tak bisa kugerakkan dengan leluasa karena kedua tangan Lina mencengkeramnya bagai sedang memperkosa.

"Ssst.., jangan bergerak dulu..", begitu bisiknya.
Kemudian Lina berdiri di tempat tidur, dengan agak terburu dia loloskan celana jeans ketatnya. Sengaja mataku agak kusipitkan agar tak terlihat terlalu terpesona akan keindahan tubuhnya, dan yang tak kalah indah adalah momen saat celana dalam hitamnya diturunkan. Striptease di manapun akan kalah dengan apa yang kulihat saat itu.

Lina jongkok, kini dengan pelan, layaknya memang telah berjam terbang tinggi, Lina menarik ritsluitingku dengan pelan, namun sigap sekali saat menarik lepas blue jeansku. Nampak sekilas kilatan matanya yang cerah saat melihat apa yang ada di balik GTman-ku Dilepaskannya CD-ku sebatas paha dan diarahkannya ke arah mulut untuk gerakan wajib BF. Bagaikan mengulum pindy pop ukuran jumbo, Lina membuat mataku kini terbalik memutih.

Lina mengurut-urut kepala penisku dengan bibirnya. (yang aku heran, bibirnya tipis, tapi rasanya tebal bukan main). Belum puas memperlakukan jagoanku bagai ice cream, kini Lina menyedotnya, tak sekedar menghisap lagi, sampai akhirnya mulutnya penuh dengan air maniku. Lina menelannya lalu membersihkan mulutnya.

Kini giliranku. Tanpa skenario, Lina telah merebahkan tubuhnya. Kuraba pahanya, kujilati dengkulnya, kubalik tubuhnya, kutarik sedikit pinggangnya hingga menungging lalu kuciumi pantatnya. Lina terus menggelinjang, lenguhannya menambah semangat juangku, kedua jempolku membuka belahan pantatnya dan kuciumi dengan teratur dari paha menuju ke arah pantatnya lalu sampai ke duburnya dan kujilati duburnya.

Lina mengerang beberapa kali, kualihkan tanganku ke vaginanya, kuelus-elus sambil menjilati lubang anusnya yang sangat bersih. Lina membalikkan tubuhnya, rambutku dijambak, ditarik ke arah vaginanya. Geliatnya berhenti sejenak saat mulutku mulai menciumi paha bagian dalamnya, kepalaku dibenamkan ke arah vaginanya. Aku bertahan.., kujilati sekitar vaginanya dan kuamati clitorisnya.

Woww, mungkin inilah Clitoris yang paling besar yang pernah kulihat. Ya, clitorisnya berwarna merah daging mentah, besar sekali.., benar-benar menyembul jelas untuk ukuran clitoris yang biasanya. Sementara, nafas Lina sudah tak karuandan kini lidahku kujulurkan mengarah ke clitorisnya yang luar biasa besarnya. Kujilat dengan mesra, Lina menjerit tertahan, tubuhnya sangat tegang lalu mengendur. Tiap kujilat tubuhnya mengeras. Dengan gemas kukulum clitorisnya. Setelah amblas di mulut, kumainkan dengan lidah. Lina mencengkram kepalaku dengan kuat, sesekali kusedot-sedot lalu jilat, ambil nafas. Hal ini membuat Lina semakin menggelepar. Bodoh amat, sudah berapa kali dia orgasme. Saat itu Lina telah membanting-banting kepala dan pantatnya ke kasur, tangannya mencengkram kencang kepalaku, sementara keringat telah membasahi tubuh kami berdua.

Beberapa saat kemudian, penisku yang telah gemas terasa berdenyut-denyut, meminta bagian, sudah berkali-kali Lina mengerang. Kutarik tangannya agar melepaskan kepalaku. Akupun sudah tak kuat menahannya, tatapan Lina bak macan saat melihat penisku siaga satu di depan lubang surgawinya. Tangannya memegang erat tempat tidur.

Perlahan dengan napas tersengal-sengal kakinya diangkat, ditariknya sebuah bantal, ia taruh di bawah pantatnya. Kini tampak jelas kini lubang vaginanya yang telah menganga, menahan rindu. Kutekan sedikit pahanya ke arah dadanya. Kusorongkan penisku dengan pelan dan jantan. Saat penisku menyentuh bibir luar, Lina sudah mengerang dan tubuhnya menegang namun pantatnya tetap tabah menyangga lubang senggamanya. Saat setengah masuk, Lina berhenti bergerak, matanya semakin sendu, tatapannya jauh masuk ke alam mayaku. Dengan sedikit hentakan, kumasukkan penisku yang menyebabkan mata Lina mendelik, mulutnya terbuka tapi tak mampu berteriak. Perlahan kuputar, kuaduk, kukocok dengan pelan nan mersa.

Lambat laun Lina mulai mengikuti irama yang kumainkan. Saat irama telah sama, bagian bawah tubuh kami seperti senyawa lalu tenggelam, bergoyang semakin cepat.., semakin cepat.., lalu pelan lagi. Kami tak mengganti posisi, dengan satu posisipun kami telah melanglang berbagai buana pagi itu.

Setelah klimaks, kami tetap berpelukan. Penisku masih dalam pelukan vaginanya yang penuh cairan. Terasa punggungku sedikit perih, nampaknya kuku Lina menggoreskan kenangan di situ. Ada beberapa menit kami melebur dalam nafsu yang mulai terasa hangat di hati. Kami berpelukan lama dalam posisi ini. Kubiarkan Lina menikmati buaian sisa orgasmenya sampai kemudian kubalik posisi agar dada Lina agak lega. Kubelai rambut Lina yang basah oleh keringat, wajahnya sayu dengan sisa-sisa kepuasan

"Lin, udah jam lima kurang lima.."
Lina tersenyum dan kami bangkit dari tempat tidur menuju ke kamar mandi. Di bath up kami berendam berpelukan. Lina kudekap dengan mesra dan kami tak banyak bercakap lagi sesudah itu.

Pukul lima seperempat kami keluar dari kamar mandi. Setelah memakai pakaiannya, Lina memelukku erat seakan tak ingin dilepaskannya. Tepat jam setengah enam, Lina melangkah ke arah pintu setelah sebelumnya memagut bibirku cukup lama. Dengan anggukan halus kulepas tatapan mata Lina saat keluar dari pintu kamarku. Aku tersadar ketika dering telepon memecah lamunanku, terdengar suara captain Frank di sana, "Kamu ikut pulang nggak?"
"Lima menit lagi capt", kataku kosong.

Setelah berpakaian lengkap, aku turun ke lobby, ternyata mereka berempat telah menungguku check out. Di perjalanan menuju bandara, captain frank berbisik "lembur ya?" (lembur = lempengin burung). Aku tersenyum kaget, rupanya yang semalam meneleponku adalah si captain gebleg.
KOLEKSI VIDEO BOKEP TERBARU


Cerita Dewasa Nikmatnya Ngentot Janda

Cerita Dewasa Nikmatnya Ngentot Janda Sekarang usia aku 27taon, sudah bekerja disalah satu perusahaan didenpasar bali. aku akan menceritakan pengalaman "Malam Pertama Hadiah Ultah ke-22 Dari mbak Laras" kejadian nyata yang aku alami waktu masih kuliah diperguruan tinggi swasta ternama dimalang. mbak laras adalah seorang janda 1 anak, usianya waktu itu 29th,ukuran branya 36b,berkulit kuning langsat,bodynya sexy.



mbak laras asli dari jakarta , dia kerja dimalang dimall. Awal perkenalan aku dengan mbak laras ini ketika waktu chatting di internet IRC, waktu itu aku semester 4 kuliah ambil jurusan produksi ternak, singkat cerita sbelum mengenal mbak laras aku menjelajahi situs-situs porno & ceritamesum.mobi yaitu cerita nyata tentang kehidupan sex orang2 dewasa,sehingga menjadi situs favoritku,suatu hari tepatnya tanggal 27 januari 2007 awal perkenalan aku dengan mbak laras kami berdua asik berchating ria sampai malem, dari situ kita saling tukar no.hp terus mengadakan pertemuan online didunia maya, sampai akhirnya terjadi ketertarikan diantara kita berdua untuk langsung kopy darat ketemuan dihotel ALOHA didaerah tugu malang deket stasiun, kami janjian ketemu jam 8 malem, kita ketemu langsung ngobrol sampai jam 9 malem tapi tak terjadi persetubuhan, kita Cuma merayakan pertemuan & kenala lebih dekat, jam menunjukan pukul 11 malem aku pamitan untuk minta ijin pulang kekostan, dia tetep menginap dihotel, akhirnya hari yang aku tunggu2 datang juga, mbak laras bertanya ke aku wan...kapan kamu ulang tahun? aku jawab tanggal 7 februari mbak, & aku balik tanya kepada mbak laras??? emangnya kenapa tanya ultahku!!! dengan rasa penasaran aku bertanya terus - menerus, dia menjawab aku mau kasih hadiah special dihari ultahmu ke-22 nanti , kira2 kamu mau hadiah apa wan.....??? aku jawab dengan perasaan takut bercampur gemeteran aku ngomong ajarin aku "ML MBAK"mau ngak? dengan entengnya dia menjawab oke sayang.........tunggu ya tanggal mainnya.

akhirnya hari2 yang kutunggu2 tiba aku langsung cari tempat hotel yang nyaman, sepi & akhirnya jatuh pada pilihan "Hotel Megawati". dihotel tersebuat kami berdua melakukan persetubuhan layaknya suami istri yang dimabuk cinta yang lama tak bertemu, tepatnya dikamar no.33.waktu dah menunjukan pukul 8 malem, didalam kamar kita berdua ngobrol sebentar sambil nonton film kartun "TOM & JERRY" tak terasa kami berdua akhirnya saling berciuman bercumbu, meraba2 & meremas2 sambil bergulingan dikasur....mbak laras kemudian melepas pelukan & ciuman aku, dia lalu pergi kekamar mandi untuk mencuci vaginanya dengan pembersih dari daun sirih biar baunya harum, akhirnya permainan kami lanjutkan setelah mbak laras membersihkan vaginanya dia sudah dalam keadaan bugil , begitu juga aku dalam keadaan yang sama bugil dengan penis panjang 14cm, besar diameternya 12cm, penisku tegak keras seperti tiang listrik, mbak laras tersenyum melihat penisku yang begitu mengoda dia langsung menjilatin satu persatu 2 biji pelitku dari ujung sampai kepangkal, aku sontak langsung merasakan kenikmatan yang dasyat yang belum pernah aku rasakan, penisku diemut2, jilatain terasa es krim conello,aku tak kalah dengan permainannya, aku juga melakukan menjilati 2 gunung kembarnya yang montok rasanya seperti makan permen blaster liarnya rasanya strobery & pentilnya rasa coklat. tangan kanan aku meremas2 susunya dan tangan kiriku meraba2 dan memasukan jari manisku ke gua vaginanya yang udah basah dengan carian kewanitaannya. kami berdua sudah dalam larut kenikmatan dunia, tak memikirkan perasaan takut kalo2 petugas hotel mendengar riantihan demi rintihan kenikmatan yang kita lakukan.mbak laras mendesah "wan... terus...wan....terus"aku tambah bergairah untuk lebih giat mengerjainya & semangatku semakin membara memainkan kedua susunya, terus aku mulai bergantian dengan permainan tangan kiri, sementara mulut aku pindah kevaginanya sambil menjilatin bibir vagina yang sudah becek, basah dengan air orgasmenya. lidahku memainkan masuk mundur kedalam liang surgawi, aku putar - putar itilnya & menyedotnya, mbak laras semakin lama semakin mengeliat seperti cacing kepanasan, dia sambil mengoyangkan pantatnya maju mundur berirama, sesekali aku melihat matanya merem melek merasakan kenikmatan yang aku berikan sampai pada suatu titik tubuhnya mengejang keras kepalaku ditekan terjepit disela2 kedua pahanya, sehingga aku tidak bisa bernafas 15 detik, akhirnya mbak laras berterik keras wan.... mbak udah sampai....keluar nih..... aduh nikmat sekali sayang... kamu hebat ternyata, walaupun kamu belum pernah melakukan "ML" sama cewek manapun , kamu cepet belajarnya. Aku tersenyum pada mbak laras. kini giliran aku mulai dituntun pelan2 tapi pasti penisku dibantu masukan kedalam vaginanya, rasanya ngak bisa diungkapkan dengan kata2 ketika penisku sudah dilahap habis vegina mbak laras, rasanya penisku ada yang menekan2 sambil aku mulai gerakan maju mundur pelan2 sampai dengan kecepatan keras mbak laras mendesah2....oh.....yes....wan terus rasanya ngak ketulungan, nikmat banget penismu sudah 5th aku ngak merasakan kenikmatan seperti ini setelah ditinggal suamiku pergi keaustralia dengan selingkuhannya, penismu bener2 nikmat udah gedhe enak lagi, kalo penis mantan suamiku kecil pendek dan ngak bisa aku merasakan nikmatnya orgasme......


wan.... ya ...mbak terus....aku pun tak kalah merasakan remasan vaginanya sampai 1jam lewat pertahanan aku jebol....., keperjakaan yang aku pertahankan akhirnya dinikmati mbak laras. mbak aku udah ngak tahan...mau keluar spermaku ...nih....terus....wan mbak juga...kita sama2 yuk!!!..... oh....yes.....yes.....mbakkkkkkkkkkkkkkkk.....oh my good.......nikamat.......ku keluar klimaks bersamaan itu mbak laras nyusul .....orgasme yang ketiga kalinya......,kami berdua istirahat sejenak 3 menit sambil berpekukan bercumbu mesra, untuk memulihkan stamina. Akhirnya kita berduapun menlajutkan permainan setelah stamina pulih dikamar mandi dengan gaya duduk diatas WC & gaya anjing kencing yaitu kaki mbak laras diangkat satu keatas...., dan gaya 69 dibak mandi .......kami berdua mencapai orgasme berkali2 & sampai permaianan ini berakhir jam 11 malem. Kemudian kita trus.. mandi berdua, setelah itu kita berpakaian, kemudian aku mengantar pulang mbak laras sampai didepan pintu hotel, sedangkan aku tetep menginap dihotel karena tempat kostku jauh banget...sedangkan mbak laras pulang karena besoknya kerja, permaian sex ini kami berdua lakukan 1 minggu 3 kali, aku menjalin hubungan temen mesra selama 6 bulan saja. Mbak laras dipindah tugaskan kekaltim & sampai sekarang hubungan komunikasi kita putus... karena no.hp mbak laras dah diganti jadai aku kehilangan jejak keberadaan dia. Sampai matipun aku mengharapkan & berdoa semoga kita berdua diberikan umur panjang ketamu & malajutkan permaianan terlarang ini. I LOVE U TO 4REVER MBAK LARAS .itulah sekelumit cerita pengalaman nyata aku dengan mbak laras

KOLEKSI VIDEO BOKEP TERBARU


Nikmat Bercinta Dengan Adik Pacarku

http://4.bp.blogspot.com/-btECToGGXbg/UEYQYfCwDCI/AAAAAAAAFsY/PuoV-gcURik/s1600/Cerita+Dewasa++Nikmat+Bercinta+Dengan+Adik+Pacarku.jpg

Sebelum saya ceritakan kisah-kisah nyata yg terjadi di hidupku, sebelumnya saya perkenalkan dulu. Saya lahir di Jakarta, keturunan cina, umur 28 thn, kerja disalah satu perusahaan swasta sebagai auditor pembukuan dan keuangan,saya ditugasi untuk mengawasi cabang denpasar, jadi saya tinggal disana menempati rumah kontrakan. Suatu hari saya diberi kabar oleh pacar saya (Wiwi umur 26) yg di Jakarta, bahwa dia mau datang bersama adiknya (Irene umur 22). Setelah kedatangannya, mereka menginap di kontrakanku (kamar tamu). Tetapi Wiwi tidak bisa lama, karena dia hanya diberi ijin oleh kantornya 3 hari. Selama 3 hari saya dan Wiwi selalu ngumpet-ngumpet dari cicinya untuk bermesraan, dan sialnya kita hanya bisa melakukan hubungansex 1X (kami dulu telah biasa melakukannya sewaktu saya tingal di Jakarta), karena kesempatan untuk itu susah sekali. Setelah Wiwi pulang, tinggal saya dan Irine yg masih mau liburan di bali. Pada hari minggu saya ajak dia jalan ke berbagai tempat wisata, pulangnya dia langsung ingin istirahat karena kelelahan.

Karena saya belum merasa ngantuk, saya ke ruangan tamu untuk nonton TV, sedangkan dia masuk kamar tidur tamu untuk istirahat. Setelah acara yg saya sukai selesai, saya melihat jam, ternyata sudah jam 1 pagi, tiba-tiba muncul ide isengku untuk memasuki kamar tidur Irene, dengan perlahan-lahan saya berjalan mendekati pintu kamarnya, ternyata tidak dikunci, saya masuk dan melihat Irene telentang dengan kedua lengan dan paha terbuka, saya langsung mengambil tali plastik dan perlahan- lahan saya melucuti pakaiannya semua, mungkin karena dia terlalu lelah sehingga tidurnya sangat nyenyak sampai tidak tahu apa yg sedang saya lakukan, setelah semua pakaiannya kubuka, saya langsung mengikat lengan dan kakinya ke sudut-sudut ranjang. Tiba-tiba dia terbangun, dan terkejut karena tubuhnya telah telanjang polos dan terikat di ranjang. "Ko lepasin saya", suaranya gemetaran karena shock. "Cepat lepasin Ko!" Irene mengulangi perintahnya, kali ini lebih keras suaranya. Tubuh telanjangnya telah mambiusku.

Aku segera mencopot celana dan celana dalamku dengan cepat. "Ko!" Irene memekik. "Mau ngapain kamu?" Irene terkesiap melihat batang kemaluanku yang sudah berdiri tegak. Kusentuh payudaranya dengan kedua tanganku, rasanya dingin bagai seonggok daging. "Koko gila luu yah!" Aku merasakan sensasi aneh melihat payudara dan liang kemaluan adik pacarku ini. Jelas beda dengan waktu-waktu dulu kalau mengintip dia ganti baju di kamarnya. Sekarang aku melihatnya dengan cara yang berbeda. "Koko, gua khan adik Wiwi!" Aku menyentuh liang kemaluannya dengan tanganku, lalu menjilatinya. Setelah puas segera kuletakkan batang kemaluanku di gerbang liang kemaluan Irene. "Ko jangaan!" dia memohon-mohon padaku.

"Diam.. cerewet!" aku menjawab dengan sembarangan. Sekali batang kemaluanku kudorong ke depan, tubuhku sudah menjadi satu dengannya. "Iiih.. shiit!" dia mengumpat tapi ada nada kegelian dari suaranya itu. Aku menggoyangkan pinggangku secara liar hingga batang kemaluanku mengocok-kocok liang kemaluannya. "Ahh.. shiit! ah shiit! Ko stop!" Semakin dia mamaki dan mengumpatku dengan ekspresi judesnya itu, semakin terangsang aku jadinya. Sambil memompa liang kemaluannya aku menghisap puting-puting payudaranya yang agak berwarna pink itu. "Mmmh.. udah jangan Ko!" Irene masih berteriak-teriak memintaku berhenti. "Lu diam aja jangan banyak ngomong", ujarku cuek. "Ohh shiit!" ujarnya mengumpat. Dia menatapku dengan tatapan yang bercampur antara kemarahan dan kegelian yang ditahan. Sejenak aku menghentikan gerakanku. Kasihan juga aku melihatnya terikat seperti ini. Dengan menggunakan cutter yang tergeletak di meja samping ranjang aku memotong tali yang mengikat kedua kakinya.

Begitu kedua kakinya terlepas dia sempat berontak. Tapi apa dayanya dengan posisi telentang dengan tangan masih terikat. Belum lagi posisiku yang sudah mantap di antara kedua kakinya membuat dia hanya bisa meronta-ronta dan kakinya menendang-nendang tanpa hasil. "Aaahh Ko stop dong.. udah Ko.. gue khan adik Wiwi", dia memohon lagi tapi kali ini suaranya tidak kasar lagi dan terdengar mulai berdesah karena geli. Nafasnya pun mulai memburu. Aku menjilati lehernya dia melengos ke kiri dan ke kanan tapi wajahnya mulai tidak mampu menutupi rasa geli dan nikmat yang kuciptakan. " Aduhh sshh Ko udah doong.. hh.. ssh!" suaranya memohon tapi makin terdengar mendesah lirih. Kedua kakinya masih meronta menendang- nendang tapi kian lemah dan tendangannya bukan karena berontak melainkan menahan rasa geli dan nikmat.

Aku menaikkan tempo dalam memompa sehingga tubuhnya semakin bergetar setiap kali batang kemaluanku menusuk ke dalam liang kemaluannya yang hangat berulir serta kian basah oleh cairan kenikmatannya yang makin membanjir itu. Kali ini suara nafas Irene kian berat dan memburu, "Uh.. uh.. uhhffssh.. shiit Koo.. agh uuffsshh u.. uhh!" Wajahnya semakin memerah, sesekali dia memejamkan matanya sehingga kedua alisnya seperti bertemu. Tapi tiap kali dia begitu atau saat dia merintih nikmat, selalu wajahnya dipalingkan dariku. Pasti dia malu padaku. Liang kemaluannya mulai mengeras seperti memijit batang kemaluanku.

Pantatnya mulai bergerak naik turun mengimbangi gerakan batang kemaluanku keluar masuk liang kenikmatannya yang sudah basah total. Saat itu aku berbisik "Gimana, lu mau udahan?" Aku menggodanya. Sambil mengatur pernafasan dan dengan ekspresi yang sengaja dibuat serius, dia berkata, "I.. iiya.. udah.. han yah Ko", suaranya dibuat setegas mungkin tapi matanya yang sudah sangat sayu itu tidak dapat berbohong kalau dia sudah sangat menikmati permainanku ini. "Masa?" godaku lagi sambil tetap batang kemaluanku memompa liang kemaluannya yang semakin basah sampai mengeluarkan suara agak berdecak-decak. "Bener nih lu mau udahan?" godaku lagi. Tampak wajahnya yang merah padam penuh dengan peluh, nafasnya berat terasa menerpa wajahku. "Jawab dong, mau udahan gak?" aku menggodanya lagi sambil tetap menghujamkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya.

Sadar aku sudah berkali-kali bertanya itu, dia dengan gugup berusaha menarik nafas panjang dan menggigit bibir bagian bawahnya berusaha mengendalikan nafasnya yang sudah ngos-ngosan dan menjawab, "Mmm.. iya.. hmm." Aku tiba-tiba menghentikan gerakan naik turunku yang semakin cepat tadi. Ternyata gerakan pantatnya tetap naik turun, tak sanggup dihentikannya. Soalnya liang kemaluannya sudah semakin berdenyut dan menggigit batang kemaluanku. "Ehmm!" Irene terkejut hingga mengerang singkat tapi tubuhnya secara otomatis tetap menagih dengan gerakan pantatnya naik turun. Ketika aku bergerak seperti menarik batang kemaluanku keluar dari liang kemaluannya, secara refleks tanpa disadari olehnya, kedua kakinya yang tadinya menendang- nendang pelan, tiba-tiba disilangkan sehingga melingkar di pinggangku seperti tidak ingin batang kemaluanku lepas dari lubang kemaluannya. "Lho katanya udahan", kata-kataku membuat Irene tidak mampu berpura- pura lagi.

Mukanya mendadak merah padam dan setengah tersipu dia berbisik, "Ah shiit Koo.. uhh.. uhh.. swear enak banget.. pleasee dong terusiin yeeass!" belum selesai ia berkata aku langsung kembali menggenjotnya sehingga ia langsung melenguh panjang. Rupanya perasaan malunya telah ditelan kenikmatan yang sengaja kuberikan kepadanya. "Ah iya.. iiya.. di situ mmhh aah!" tanpa sungkan-sungkan lagi dia mengekspresikan kenikmatannya. Selama 15 menit berikutnya aku dan dia masih bertempur sengit. Tiga kali dia orgasme danyang terakhir betul- betul dahsyat kerena bersamaan dengan saat aku ejakulasi. Spermaku menyemprot kencang sekali bertemu dengansemburan-semburan cairan kenikmatannya yang membanjir. Irine pasti melihat wajahku yang menyeringai sambil tersenyum puas. Senyum kemenangan.

Aku melepaskan ikatannya. Dia kemudian duduk di atas kasur. Sesaat dia seperti berusaha menyatukan pikirannya. "Huuhh, kamu hebat banget sih Ko, sering yach melakukan dengan Wiwi" "Enggak juga koq!" "Alah, sama setiap cewek yang kamu tidurin juga jawabannya pasti sama" "Keperawanan lu kapan diambil?" tanyaku "Sewaktu pacarku ingin pergi ke Amerika untuk kuliah, saya hadiahkan sebagai hadiah perpisahan" Kemudian dia bangkit dengan tubuh yg lemah ngeloyor ke kamar mandi, setelah selesai bersih-bersih Irene kembali lagi ke kamar. Di depan pintu kamar mandi kusergap dia, kuangkat satu pahanya dan kutusuk sambil berdiri. "Aduh kok ganas banget sih Lu!" katanya setengah membentak.

Aku tidak mau tahu, kudorong dia ke dinding kuhajar terus vaginanya dengan rudalku. Mulutnya kusumbat, kulumat dalam- dalam. Setelah Irene mulai terdengar lenguhannya, kugendong dia sambil pautan penisku tetap dipertahankan. Kubawa dia ke meja, kuletakkan pantatnya di atas meja itu. Sekarang aku bisa lebih bebas bersenggama dengan dia sambil menikmati payudaranya. Sambil kuayun, mulutku dengan sistematis menjelajah bukit di dadanya, dan seperti biasanya, dia tekan belakang kepalaku ke dadanya, dan aku turuti, habis emang nikmat dan nikmat banget. "aahh.. sshh.. oohh.. uugghh.. mmhh", Irene terus meracau. Bosen dengan posisi begitu kucabut penisku dan kusuruh Irene menungging. Sambil kedua tangannya memegang bibir meja.

Dalam keadaan menungging begitu Irene kelihatan lebih aduhai! Bongkahan pantatnya yang kuning dan mulus itu yang bikin aku tidak tahan. Kupegang penisku dan langsung kuarahkan ke vaginanya. Kugesekkan ke clitorisnya, dan dia mulai mengerang nikmat. Tidak sabar kutusukkan sekaligus. Langsung kukayuh, dan dalam posisi ini Irene bisa lebih aktif memberikan perlawanan, bahkan sangat sengit. "AahhKoo Akuu mmoo.. kkeelluuarr laggi.." racaunya. Irene goyangannya menggila dan tidak lama tangan kanannya menggapai ke belakang,dia tarik pantatku supaya menusuk lebih keras lagi. Kulayani dia, sementara aku sendiri memang terasa sudah dekat. Irene mengerang dengan sangat keras sambil menjepit penisku dengan kedua pahanya.

Saya tetap dengan aksiku. Kuraih badannya yang kelihatan sudah mulai mengendur. Kupeluk dari belakang, kutaruh tanganku di bawah payudaranya, dengan agak kasar kuurut payudaranya dari bawah ke atas dan kuremas dengan keras. "Eengghh.. oohh.. ohh.. aahh", tidak lama setelah itu bendunganku jebol, kutusuk keras banget, dan spermaku menyemprot lima kali di dalam. Dengan gontai kuiring Irene kembali ke ranjang, sambil kukasih cumbuan- cumbuan kecil sambil kami tiduran. Dan ketika kulihat jamdi dinding menunjukan jam 02.07. Wah lumayan, masih ada waktu buat satu babak lagi, kupikir. "rine, vagina dan permainan kamu ok banget!" pujiku. "Makasih juga ya Ko, kamu juga hebat", suatu pujian yang biasa kuterima! Setelah itu kami saling berjanji untuk tidak memberi tahu cici dan pacarnya yg sedang kuliah di Amerika.

KOLEKSI VIDEO BOKEP TERBARU


CERITA NGENTTOT GURU GITAR


Cerita Dewasa Ngentot Guru Gitar Memiliki keahlian sebagai seorang gitaris tak ada ruginHari yang membosankan buat galang, hari ini tak ada yg bia dikerjakannya, mau jalan keluar..males ga ada teman. nonton DVD membosankan , semua koleksi sudah filmnya sudah ia tonton. Akhirnya ia hanya bermain gitar mencoba lagu lagu baru. saat itulah handphone nya berdering.




"hallo...?" galang mengangkat telepon
"hai galang..ini gue....novia.." suara manis terdengar di ujung sana.
Novia adalah salah satu primadona di sma galang, selain cantik juga dia juga pintar, namun entah kenapa sampai sekarang dia belum punya pacar, padahal yg menyatakan cinta cukup banyak

"iya kenapa via..?"

"sibuk ga.....?" tanya novia

"kenapa emangnya.....?"

"mau ga ke rumah gue....ajarin gue main gitar dong........."
"kamu mau belajar gitar.....?" tanya galang
"iya....kayaknya lihat org main gitar asyik banget.....makanya aku kepengen...bisa ya,,...?"

galang berpikir sejenak, sebelum akhirnya meng iyakan.

"ok..deh...gue kesana sekarang....."
"thanks galang......see u..."
galang pun bersiap menuju rumah novia, tak lupa ia bawa gitar kesayangannya.

Rumah novia terletak di kompleks perumahan elit, ayahnya adalah seorang pengusaha sukses, sedangkan ibunya adalah dokter ahli di sebuah rumah sakit terkemuka di jakarta.
sesampainya disana , galang sempat agak bingung mencari bel pintu yang ternyata tersembunyi di balik tanaman.
suara bel terdengar nyaring ke dalam rumah, dan tak lama terdengar suara pintu pagar dibuka

'hai..galang...masuk yuk......." ternyata novia sendiri yg membukakan pintu.

galang sempat terpana melihat novia yg kelihatan cantik siang itu, senyumannya, rambutnya yg panjang diikat ke belakang semakin memperjelas kecantikannya, ia memakai celana jeans pendek ketat, dan kaos putih press body , membuat mata galang tak bisa lepas dari dua tonjolan di dada novia, dan pantatnya ..hmmmm.

"ribet banget mau masuk ke kompleks ini ya...?" kata galang

"oo..satpam depan ya.....emang gitu sih....demi keamanan juga katanya ...ya gitu deh...."

"gitu ya.."

"langsung ke kamar aku aja yuk....biar bebas......"ajak novia

Galang memang sempat beberapa kali mengantar novia pulang , namun ini pertama kalinya ia masuk ke dalam rumahnya. Jelas sekali rumah ini mempunyai kelas tinggi, seluruh perabotannya adalah yg terbaik dan termahal.
Sambil mengikuti novia menuju kamarnya, tatapan mata galang tak lepas dari goyangan pantat novia saat berjalan..hmmm...otak kotor galang mulai muncul.

galang segera membuang pikirannya itu dan berusaha terlihat cool dan berjalan dengan mantap seolah tak ada apa apa.

galang tak dapat menyembunyikan kekagumannya melihat kamar novia , yg mirip bahkan mungkin lebih bagus daripada kamar hotel bintang lima. Kamarnya punya akses langsung ke kolam renang pribadi, khusus novia.... sungguh mengagumkan.

"gila..kamar kamu keren banget....."

novia tersenyum dan berkata , " asalnya ini kamar kakak aku..dia sekarang kerja di jerman...aku pake deh kamarnya.."

galang duduk di sofa yang ada di situ sementara novia mengambil gitarnya dari dalam lemari.

"gitarnya bagus...yamaha.......hebat hebat..." kata galang setelah novia memperlihatkan gitarnya.

novia tak menjawab hanya tersenyum.....senyuman yg menggetarkan hati galang.

galang segera mengambil gitar tuanya menyetemnya sejenak dan ia siap memulai pelajaran.
novia mengikuti cara galang memegang gitar dan memperhatikan dengan serius segala yg dikatakan galang.
novia mencoba memainkan gitarnya , namun yg keluar cuma nada sumbang. sejenak mereka berdua berpandangan dan mulai tertawa bagai anak kecil

"aduh..susah ya...." kata novia
"ahh..santai aja..baru pertama kali kok.....wajar.." kata galang

satu getaran terjadi saat itu, seolah emosi keduanya menyatu atau apalah.
galang mulai merasa nyaman dan betah bersama novia , begitu juga sebaliknya. selama dua jam , galang mengajarkan nada dasar , lagu lagu sederhana, chord , dan posisi jari.
terakhir galang memberi contoh bermain gitar dengan menyanyikan lagu romantis 'my heart' .
novia terlihat terpesona dengan permainan galang apalagi lagunya adalah favoritnya banget. ia pun ikut bernyanyi sesuai dengan lagu aslinya.
lagu my heart selesai, keduanya masih saling berpandangan penuh emosi dan cinta, bibir mereka perlahan saling berdekatan, namun belum sempat bertemu tiba tiba galang menarik diri.

"ehh..udah sore nih...aku pulang ya...." kata galang
"OOH..gitu..ya udah deh....." kata novia nadanya terdengar kecewa
"minggu depan aku kesini lagi deh....kamu latih aja dulu yg tadi aku ajarkan ..ok...?'
"ya udah.....minggu depan ya....."
novia mengantar galang keluar, dan sebelum pulang ia mencium pipi galang., membuat galang pulang diantar dengan berbagai khayalan indah.

malamnya di kamar galang , ia berpikir tentang hari ini, bibir mungil novia, dan tatapan pasrahnya terus mengganggu dia, berbagai pikiran kotor kembali memenuhi kepalanya.

'ga deh...jangan......dia tuh anak orang kaya..jet set..kelas atas..elite....sementara gue.......kagak deh..ga bakal sanggup gue....." batin galang , ia pun tertidur dan bermimpi tentang novia tanpa busana.

Minggu berikutnya galang kembali datang ke rumah novia, kali ini pintunya terbuka dan sebuah mobil mewah terpakir di halaman.
rupanya ayah novia ada di rumah, dan ia memandang curiga ketika galang masuk dengan vespa kebanggaanya.
"cari siapa.....?" tanya ayah novia angkuh
"novia ada..oom...saya galang.....saya...."
"ooh...yg kasih les gitar ya....." ayah novia memotong
"betul oom...."
"novia..sayang...galang udah datang nih....." teriak ayah novia matanya terus menatap tajam galang dari ujung kepala sampai kaki , seolah sedang menyelidik .
Tatapan mata ayah novia mulai membuat galang tak nyaman , untunglah tak lama novia keluar dan ia masih cantik seperti biasanya ,
"hei..masuk yuk...."ajak novia
"permisi oom.." kata galang sopan , namun tak dijawab oleh ayah novia, dalm hati ia berkata " sombong amat.."
novia langsung mengajak galang ke kamarnya.

“ga apa apa nih via.." tanya galang khawatir
“ga apa apa , bebas kok..cuek aja..."
galang mencoba tersenyum pada novia, dan dibalas pula dengan senyuman yang manis.

"ya udah..dimulai yook...." kata galang

mereka memegang gitar masing masing, dan memulai memainkannya, dan ternyata walau belum terlalu lancar , novia sudah memainkannya lebih baik.

"wahh..lumayan tuuh..." puji galang
"siapa dulu dong gurunya...." kata novia lalu tersenyum.
tiba tiba pintu kamar novia terbuka, dan ayahnya masuk
“sayang..ayah berangkat dulu....sudah ditunggu...mau oleh oleh apa dari singapura..?"
"apa aja deh ayah..." kata novia sambil mencium ayahnya
“dah..sayang..." kata ayah novia lalu keluar tanpa mempedulikan galang disana.
tak berapa lama terdengar suara mobil meninggalkan rumah, novia pun kembali ke gitarnya.


galang memberikan pelajaran lanjutan sambil terus mengobrol. ternyata selain cantik dan pintar, wawasan musik novia juga tidak memalukan.
setelah beberapa jam akhirnya mereka beristirahat. novia melakukan peregangan tangan ke atas kepalanya, membuat dadanya terbusung ke depan, membuat galang salah tingkah

"makasih ya galang..kamu baik banget..." kata novia
"sama sama..." jawab galang tak ada ide mau bilang apa lagi

"eh..galang..aku mau berenang ,..ikut yukk..?" kata novia sambil membuka pakaiannya, di dalamnya ia mengenakan bikini.

"eh..ya silakan aja..." kata galang semakin salah tingkah

galang bersandar di sofa , dengan gitar dipangkuannya , jarinya refleks memetik metik senar perlahan.
matanya tak bisa lepas dari tubuh molek novia yg hanya terbungkus bikini, pantatnya bergoyang indah saat ia melakukan pemanasan, perlahan lahan penis galang mulai hidup.

sebelum menceburkan diri ke kolam novia sempat berbalik, memperlihatkan sebagian buah dadanya yg montok membuat galang menelan ludah.
"ayo dong...ikutan....." ajak novia

'aduuh..sorry deh..ga bawa baju nih..."

'ya udah...." kata novia dan meloncat masuk ke kolam renang.

galang tak bisa menahan diri untuk mendekati kolam, namun ia hanya duduk di pinggir kolam, bermain air dengan kakinya.
setelah beberapa lama berenang , novia pun keluar dari kolam dan ikut duduk di samping galang. puting susu terlihat tercetak menggoda dari balik bikininya.
“galang...makasih ya.....kamu udah ajarin aku main gitar..." kata novia manja

"ooh..iiya..iya....." galang salah tingkah.
"boleh ga aku memberi ucapan terima kasih...?' kata novia sambil memandangi galang.
galang membalas tatapan mata novia , sambil perlahan bibirnya mendekati bibir novia, dan menekannya lembut saat bersentuhan, ciuman mereka begitu lama dan panas, sementara jari novia perlahan merayap turun dan menyentuh gembungan di balik celana galang.
sementara galang dengan perlahan dan lembut membuka bagian atas bikini novia , memperlihatkan bulatan penuh buah dada ranum.
galang dengan sedikit ragu meremas buah dada novia, namun hanya sesaat, kemudian ia kembali larut dalam permainan panas ini.
kini buah dada novia telah diraup oleh mulut galang, dijilati dan digigiti dengan lembut, membuat novia merintih penuh rasa nikmat....
dan kemudian galang menggendong novia ke dalam dan membaringkannya di sofa, sementara novia tersenyum pasrah....

"kamu cantik sekali ..." gumam galang
Tangan galang menjelajahi seluruh tubuh novia, seirama dengan meleburnya hasrat mereka berdua. galang mencium wajah novia, matanya , lalu lehernya . bau kolam renang bercampur dengan harum tubuh novia.
ciuman galang terus menurun ke tubuh novia, pada buah dadanya, pada perutnya. galang menikmati tiap jengkal tubuh mulus novia, diciuminya dan dijilatinya bagai permen.

Novia melebarkan kakinya saat ciuman galang semakin turun ke bawah. dengan cekatan galang melepas bagian bawah bikini novia, memperlihatkan hadiah istimewa.
Vagina novia terlihat indah di mata galang, bibirnya bagai kupu kupu , lembab, dengan clit pink basah diantaranya.
jemari galang perlahan menyusuri bibir vagina itu, tubuh novia menggelinjang menikmati rangsangan tersebut. tak tahan lagi , dengan satu gerakan galang menjilati bibir vagina novia, menyedot dan menggigit lembut, lidahnya menyapu clit novia , membuatnya semakin menggelinjang dan mengerang bagai kesakitan.
hal ini membuat galang makin bersemangat.

Tiba tiba novia berbalik posisi , kini galang yang terbaring di sofa, dan dengan cekatan giliran novia yang membuka celana galang, membuat penisnya langsung keluar dan tegak berdiri.
novia mengambil posisi diantara kaki galang, dan menggegam penis galang dengan dua tangan, perlahan memijit dan mengocoknya penuh perasaan.

"penis kamu bikin aku geregetan galang.....” kata novia manja.

galang bagai tersihir , tak mampu berkata apa apa selain menggeram nikmat.
kemudian dengan gerakan yg erotis, novia menjilat kepala penis galang sekali, sangat perlahan, lalu tersenyum menggoda , dan bicara dengan nada yg menggoda pula..

"terusin jangan...ya......?"
tak perlu jawaban , galang mendorong kepala novia lebih dekat ke penisnya.
novia mengecup penis itu sebelum memasukan ke dalam mulutnya, segera kehangatan kenikmatan menjalari seluruh tubuh galang, penisnya kian mengeras. sambil tetap menggengam penis diujung bawah, mulutnya mulai bergerak naik turun sepanjang penis galang, dan disaat bersamaan memijit dan mengocok lembut, naik turun.
galang melihat ke bawah, menyibakkan rambut novia, kini ia bisa melihat penisnya meluncur timbul tenggelam ke dalam bibir sensual novia. sedotan novia makin lama makin keras, galang merasa tak akan bertahan lama jika terus begini.

“novia....aku....mau..sekarang...." kata kata galang tak jelas

Novia mendongak dan tersenyum, penis tak lepas dari mulutnya. novia kemudian mendorong kepalanya lebih dalam sehingga seluruh penis galang masuk ke dalam mulutnya, sampai ke ujung tenggorokan.
Dia bertahan di posisi itu sejenak, lalu perlahan kembali menyusuri penis dengan bibirnya, ia sangat menikmati hal itu, apalagi melihat wajah galang yang belingsatan.
novia kemudian menghisap kepala penis satu kali, memainkan lidahnya disana, lalu menelan kembali seluruh penis galang. kali ini rupanya ia tersedak, ia melepas penis galang , terbatuk batuk lalu tersenyum manis pada galang.

"saatnya tiba..galang sayang...." kata novia , sambil bergerak ke atas tubuh galang mencari posisi yang tepat. Penis galang bersentuhan dengan paha dalam novia, bulu bulu halus vagina sedikit menggelitik galang.
Novia meraih penis galang, mengarahkannya ke vaginanya, mengesek geseskan sejenak di bibir vaginanya.
sampai akhirnya galang merasakan penisnya mulai terbenam di vagina novia saat ia merendahkan tubuhnya.
Penis galang emnerobos masuk, menyeruak sempitnya vagina ,terasa hangat dan nikmat.
galang meraih pantat novia, dan menariknya, berusaha untuk membuat penisnya masuk lebih dalam.

"aduhh..ga muaat...aahhh..” erang novia.
perlahan dan teratur , novia mulai menggerakan naik turun tubuhnya diatas galang. mereka berdua saling menatap sejenak, novia merendahkan tubuhnya dan mereka pun saling berciuman, nafsu birahi semakin berirama indah di antara mereka, menyatukan mereka dlam gairah panas membara.
novia mengerang saat mereka berciuman, lidah mereka bertemu dan saling menari.
galang tiba tiba merasakan rasa hangat yg berbeda menjalari penisnya, saatnya segera tiba.
penis galang mengeras bagai baja dalam lingkup kehangatan, basahnya vagina novia, suatu efouria mulai muncul makin lama makin kentara.
"galang...ahhh..ahhh....”
“via....aku bentar lagi...uuughhhh..."
gerakan naik turun novia semakin cepat, makin cepat makin cepat. dan............

keduanya mengerang hampir bersamaan saat kenikmatan bercinta datang menghampiri mereka berdua,

"oooohh..galaaaaannng...ahaaaaaaahhhhhhh..." novia berteriak

galang hanya menggeram, saat cairan cintanya menyembur keluar cukup banyak.
setelah selesai , tubuh galang terasa relax , ia berbaring antai di sofa, sementara novia ambruk di atas tubuhnya, keduanya bermandikan keringat.

"ooh...galang...kamu ternyata luar biasa...." kata novia pelan

galang hanya tersenyum, mereka kemudian berciuman mesra.

Tiba tiba terdengar suara mobil masuk dan suara orang masuk.

"celaka..ayah.....kenapa sudah pulang..." novia terlihat panik .
galang hanya terdiam terpaku saat ayah novia masuk ke dalam kamar.,
ayah novia sangat terkejut melihat anaknya telanjang bulat bersama lelaki yg tadi dia acuhkan.

"NOVIA....!!!!!APA APAAN KAMU......!!!!!!"
Galang terpaku tak tahu harus berbuat apa saat tiba tiba ayah novia masuk ke kamar itu dan memergoki mereka berdua tanpa busana, sudah jelas mereka tidak sedang bermain catur.

"celaka ..mati gue...." gumam galang , ketakutan terpancar di matanya.

"jadi ...selama ini kalian hanya berbuat mesum saja disini.....?" kata ayah novia dengan nada tinggi.

"ayah..tapi novia......" novia hendak berkata namun segera dipotong oleh ayahnya.

"tapi apa lagi.....memangnya kamu pikir ayah goblog.....sejak kapan belajar gitar harus telanjang seperti ini!!! "

Galang tak mampu berbuat apa apa, hanya dalam hati ia berdoa semoga bisa lolos dari masalah ini.

Ayah novia mendekati anaknya dan memandangi tubuh bugil anaknya cukup lama ,

"kamu ini......mau belajar gitar apa belajar jadi pelacur...!!!!!...sama gembel lagi....!!!!"

Disebut gembel, harga diri galang agak terusik, namun ia kembali terdiam, ia tidak dalam posisi yang mengungtungkan.

"beruntung penerbangan ayah di cancel...ayah sudah menduga ada yg tidak beres dengan kamu dan guru gitar kamu ini......kamu ini........kamu.." kata ayah novia tak mampu berkata kata sambil menatap buah dada anaknya yg ranum.


"dan kamu anak muda...." tiba tiba ayah novia berbalik pada galang.

"aku sudah tahu siapa kamu, aku selalu menyelidiki siapa siapa saja yg mendekati anakku....dan kamu tahu...anak muda.....aku bisa dengan mudah membuat kamu dan keluarga kamu sengsara dan hidup di jalan....paham!!!!!" lanjutnya.

Sebenarnya banyak kata kata yg ingin dikeluarkan galang dari benaknya, namun ia menyadari , dalam posisinya sekarang, satu kata salah , maka seluruh keluarganya akan tidur di jalan, ayah novia punya cukup kekuasaan untuk berbuat itu.


Novia terduduk di ranjang, isakan tangisnya membuat tubuhnya terguncang guncang, membuat buah dadanya bergerak naik turun. Dan sial bagi galang, hal itu justru malah membuat birahinya naik lagi, perlahan penisnya kembali menegang.....

" aduh celaka...." gumam galang ketika ayah novia memandanginya dengan marah saat melihat galang kembali terangsang.

"anakku memang menggairahkan...betulkan anak muda...?" kata ayah novia

"mm..maksud..bbbapak....." galang tergagap

PLAKKKK!!!!!! tiba tiba ayah novia menampar galang.

"jangan pura pura goblog!!!!!"

galang terdiam sambil memegang pipinya yang terasa panas.

"kamu menikmati tubuh anakku kan......?"

galang terdiam

"kamu sangat menikmati tubuh novia .....ya kan.....?"

galang tetap tak menjawab.

"baik....kamu duduk disamping anakku sekarang..ayo cepat!!!" perintah ayah novia pada galang.

dengan patuh dan bingung galang duduk di samping novia, sementara ayahnya mengambil kursi dan duduk dihadapan mereka.

"baik.....kalau kamu memang suka tubuh anakku, coba kamu elus elus pahanya..ayo..." perintah ayah novia yg membuat keduanya terkejut.

"ayah....tapi....." novia mencoba protes.

"diam!!! sekarang kalian berdua ikuti perintah ayah..atau gembel temen kamu ini akan dapat masalah besar." kata ayah novia.

galang dan novia salling berpandangan bingung juga khawatir. Novia kemudian mengangguk pelan agar galang lebih baik patuh pada perintah ayahnya.
Dengan masih ragu ragu dan sedikit risih, galang mengelus paha mulus novia sambil terus ditonton oleh ayah novia.

"buka paha kamu lebar lebar novia....." perintah sang ayah.

novia membuka pahanya lebar memperlihatkan vaginanya , sedangkan elusan galang mulai merambah ke bagian dalam paha novia dan makin ke atas.

"ayo...sentuh vaginanya....itu kan yang kamu mau...?" kata sang ayah.

Galang memandang ayah novia , berusaha menebak apa yg ada dipikiran lelaki ini,apakah ini sebuah jebakan..?? namun ayah novia justru balik melotot dan menyuruh segera melakukan perintahnya.

Perlahan elusan galang naik ke atas dan menyentuh vagina novia , jari jarinya menyusuri naik turun bibir vagina novia. erangan dan rintihan mulai terdengar keluar dari bibir novia.

Galang berpaling pada ayah novia, namun ia terkejut karena ayah novia sedang membukai pakaiannya,
sementara melepas pakaian pandangannya tak lepas dari galang dan novia, suatu ekspresi aneh terpancar dari wajahnya, ia kemudian memijat mijat penisnya sendiri sambil tak melepas pandangan pada anaknya.
galang mulai merasakan situasi akan menjadi lebih tak terduga.


Galang kemudian kembali berkonsentrasi pada novia, ia terus menerus melakukan rangsangan pada vagina novia, vagina itu kian basah ,ia belum berani berbuat lebih jauh lagi tanpa perintah dari sang ayah, meskipun kini penisnya sudah menegang menagih kenikmatan lebih, aliran darah seolah bergerak cepat di kepalanya.

"sekarang kamu jilati vaginanya..ayo..." perintah sang ayah selanjutnya

galang membungkukkan kepalanya dan mulai menjilati vagina novia, dan tanpa mempedulikan apa apa lagi , galang mulai menikmati semua ini.
novia sendiri pun kelihatannya sudah tak peduli apa apa lagi, ia memejamkan mata sambil menggigit bibirnya , kadang terdengar rintihan yg keluar dari bibirnya.

Sambil menjilati vagina novia , galang mengelus paha mulus gadis itu kadang kemudian ia meremas pantat novia. kepalanya terbenam semakin dalam diantara paha gadis cantik itu.
Galang mendengar ayah novia bergerak mendekat , dan sepertinya sang ayah masih melakukan masturbasi sambil melihat anaknya dari dekat.

"tubuh anakku memang nikmat kan anak muda.....? hmm..kamu menikmatinya kan.....?dan buat kamu novia , kalo kamu memang mau jadi pelacur...biar ayah yang ajarkan kamu jadi pelacur...." kata ayah novia.
saat mendengar hal itu galang mendongakkan kepalanya, dan ia sempat terkejut melihat novia sedang menggenggam dan menjilati penis ayahnya sendiri bagai menjilati permen loli, bahkan kemudian walau terlihat sedikit ragu tapi akhirnya ia mengulum penis ayahnya sendiri di mulutnya.
Terdengar gumaman dan erangan dari bibir novia saat penis ayahnya bergerak keluar masuk di mulutnya.
galang masih terpaku memandangi dua tubuh telanjang , ayah dan anak sedang melakukan oral sex.

"anak muda....berdiri kamu.." kata ayah novia.
galang pun berdiri dan ayah novia segera berdiri disampingnya, kemudian ia menyuruh novia untuk mengoral penisnya dan galang .

novia kemudian berlutut di depan kedua pria itu , mengenggam kedua penis itu dengan tangannya dan secara bergantian mengocok dan mengulum kedua penis itu, dengan gerakan cepat.

saat novia mengulum penis galang, ia memandang wajah galang. Dari sinar matanya , galang dapat melihat keterhinaan dan rasa malu novia melakukan semua ini, apalagi pada ayahnya sendiri. Namun saat itu galang sudah tak perduli lagi, birahinya sudah naik ke ubun ubun, ia bahkan mendorong penisnya semakin masuk ke dalam mulut novia , membuat gadis itu tersedak.
saat kemudian galang merasakan akan orgasme , ia menahan kepala novia dan membiarkan spermanya menyembur masuk ke dalam mulut novia.

Tiba tiba ayah novia menarik tubuh anaknya ke kasur dan langsung menindihnya, buah dada novia ia remas dan ia sedot sedot kasar, membuat novia mengerang ngerang tak jelas.
novia dan galang saling beradu pandang , galang melihat sinar mata nova kian meredup, dan samar ia melihat tetesan air mata terjatuh dari mata indah itu.

ayah novia lalu mengambil posisi diantara kedua kaki anaknya , mengarahkan penisnya pada vagina yg sudah basah, dan hanya dengan satu gerakan , penis itu meluncur masuk.

"aaaaaaaaawwwww........" jerit novia saat penis ayahnya memasuki tubuhnya, ayahnya mulai bergerak teratur menggenjot tubuh anaknya sendiri.

"ini yg kamu mau kan...hmmm...? kamu mau jadi pelacur kan....hhmmm...?" kata ayah novia sambil terus semakin intens genjotannya.
galang hanya mampu memandangi adegan itu, di satu sisi ia merasa kasihan dengan novia tapi di sisi lain ia sangat menikmati hal ini , pemandangan seperti ini duu hanya ia lihat di vcd bokep, tapi hari ini ia menyaksikan sendiri seorang gadis cantik yang disetubuhi ayahnya sendiri.

AYah novia mengangkat kaki anaknya makin tinggi dan lebar dan mendorong penisnya masuk semakin dalam, sementara erangan dan rintihan makin jelas terdengar dari mulut novia, air matanya pun kini mulai deras mengalir.
makin lama gerakan ayah makin cepat , sampai akhirnya tubuh ayah novia terlihat menegang, wajahnya merengut, dan ia segera menarik keluar penisnya, dan mneymburkan penisnya di buah dada novia, sebagian mengenai wajah anaknya.
Sperma nya bagai tak berhenti terus keluar,semburan demi semburan membasahi buah dada novia yang bergerak naik turun.

"kamu benar anak muda ..tubuh anakku memang sangat dashyat dan juga nikmat..." kata ayah novia pada galang.

kemudian ia mengelus elus kepala anaknya , mencium keningnya dan kemudian berkata,

"nah..begitu cara jadi pelacur yang baik, .....nanti malam ayah akan ajarkan lagi bagaimana jadi pelacur yang baik...."

kemudian ia keluar dari kamar itu sambil bersiul siul puas.

sekeluar ayah novia, galang baru berani mendekati novia yg tengah menangis di tempat tidur.
galang berusaha menghiburnya dan menenangkannya,namun novia menyuruh galang agar lekas pulang.
galang mengerti , mungkin ia butuh waktu untuk sendiri, ia pun memakai pakaiannya kembali, membereskan gitarnya dan bersiap untuk pulang., sebelum keluar ia menatap untuk terakhir kalinya novia yg masih terisak isak di tempat tidur dengan tubuh telanjang.

selama perjalanan pulang , ia terus mengingat dan membayangkan pada apa yang baru saja terjadi, ia tak pernah mengira niatnya mengajari novia bermain gitar berubah menjadi sebuah petualangan sex yang tak terduga.
dalam benaknya terus terngiang ngiang kalimat terakhir ayah novia,

"nanti malam ayah akan ajarkan lagi bagaimana jadi pelacur yang baik"

dan berbagi pikiran kotor mulai berkelebat di kepala galang. dan cerita seks itu bagaikan cerita seks tante girang dimana kepergok oleh suaminya, sangat-sangat mengganggu dan membuat galang stres. demikian cerita seks kali ini yang mungkin bermanfaat bagi anda Selesai.
KOLEKSI VIDEO BOKEP TERBARU


SELINGKUH DENGAN ATASAN

Sebenarnya ini ceritaku yang baru aja terjadi baru2 ini lebih tepatnya sih bulan Juni 08
Namaku Ariel yah sebut saja begitu, umurku 23 tahun dan saat ini bekerja di sebuah perusahaan swasta yang sedang berkembang.




Aku sama sekali tidak menyangka kalau aku baru2 ini berhubungan dengan pria yang sudah beristri dan lebih gilanya lagi dia adalah salah satu atasanku di kantor. Dan parahnya aku ini masih bisa dibilang anak yang masih dipingit oleh orang tuaku, dan semuanya selalu mengatakan bahwa aku anak yang masih lugu dan polos padahal tidak ada satupun yang menyangka kalau anak seperti aku kadang bisa berbuat nakal atau gila.

Cerita ini bermula ketika aku putus dari pacarku. Padahal dia sudah berjanji setia bakal menikahiku, ternyata dia malah mengingkari janjinya dengan alasan yang menyebalkan yaitu 'Bosan'
Padahal sudah banyak yang kami lakukan. hubungan kami dimulai dari sex, petting, HJ, BJ, dan Oral. Sedangkan Sex dia hanya melakukannya melalui dubur, kami belum pernah melakukannya di vagina. Mungkin karena takut hamil dan lain sebagainya.

Meskipun begitu aku tetap saja merasa bahwa aku sudah tidak suci lagi meskipun vaginaku belum pernah dimasukkan oleh barang laki2.
Dan terus terang aku merasa sangat kecewa dan sedih akan perlakuan pacarku itu. Dan ketika aku sedang patah hati itu, moment itu malah dimanfaatkan oleh atasanku sebut saja namanya Riki yang dari dulu memang suka menggodaku di kantor dan aku merasa risih terlebih karena statusnya suami orang. tapi ternyata baru aku tahu kalau aku tidak sebaik yang aku pikir.

AKu yang dulu sangat dingin, akhirnya mulai mencair juga. Memang tidak ada yang paling mudah menggoda perempuan selain perempuan yang baru patah hati. Hal itu aku rasakan ketika pas pameran aku sudah mau diantar pulang olehnya, dan mw makan bareng ma dia. Hingga suatu hari aku dan rekan sekantorku yang cewek dan dia nonton bareng di bioskop. Di tengah2 film dia memegang tanganku aku diamkan saja, dan dia semakin yakin.

Hari berikutnya aku diajak makan malam di wisma BNI 46, sekalian makan malam yang diadakan oleh salah satu partner, selama perjalanan dia sudah berani memelukku, menyentuhku dan mencium pipiku.Keesokannya lagi sehabis pulang kantor kami pulang bareng, dan dia mulai berani mencium bibirku, dan kami bercumbu dengan panas dan tangannya sudah mulai meremas2 dadaku. AKu membiarkannya saja karna aku tahu aku memang menginkannya apalagi pas saat aku sedang patah hati dari pacarku yang brengsek itu.

Aku tahu hal ini akan terus berlanjut dan betul keesokan harinya ketika kantor lagi sepi kami mulai bercumbu dengan panas, lalu biasanya aku naik duluan ke atas dan setelah itu berikutnya dia menyusul lalu bekerja seperti biasanya.

Aku tahu kadang aku merasa aku sangat nakal, aku sengaja turun ke bawah dan dia pun mengerti tidak lama kemudian pun dia turun ke bawah dan di depan WC kami bercumbu lagi, tangan kanannya yang tersemat cincin pernikahan itu menyentuh tubuhku, memelukku seakan tanpa merasa berdosa. Dia menyentuh kedua dadaku, dan juga vaginaku. Hingga yang membuatku tak percaya dia berani menarik bajuku hingga ia bisa mengisap puting dadaku. AKu sangat menikmatinya, aku tahu aku sangat gila… dan aku tidak bisa menghentikannya, sampai saat ini pun aku masih mengingat betapa atasanku ini sangat pandai dalam hal ini.
Aku tahu kalau sebagai selingkuhannya aku harus menjalani hubungan rahasia. terlebih di kantor, hanya sahabatku Desi sepertinya sudah tahu akan hal ini, apalagi pas aku dan Desi menginap di salah satu hotel karena dekat dengan tempat pameran… atasanku datang dan seperti biasa kami ngobrol2, ketika desy sedang mandi ke kamar mandi, kami pun bercumbu dia mencium seluruh tubuhku dan hanya sebentar besoknya pun terjadi lagi, kami bercumbu di atas tempat tidur . Sepertinya Desy sudah mengetahui perselingkuhan ku ini tapi dia hanya pura2 tutup mata.

Ketika itu di hotel, pas Desy juga sedang mandi di kamar mandi, aku dan dia bercumbu lagi seperti biasa dan sayangnya memang kami tidak sampai sex.
hari berikutnya pun bergulir, atasanku pun resign sebelum dia resign kami pun pergi berdua. tentunya ini jam pulang kantor kami pun bebas. Di perjalanan tol, sambil menyupir dia mencium bibirku dengan panas sambil berusaha melepas bajuku, ya aku setengah telanjang, CD dan celana panjangku lepas hanya bajuku saja yang keangkat ke atas. akhirnya dia mengeluarkan barangnya dan menyuruhku untuk menghisapnya. aku agak merasa risih dan malu, sebenarnya aku dah pernah melakukannya dengan pacarku. akhirnya aku mau juga dan inilah yang aku takutkan aku sangat menikmatinya, mengulum barang pak RIki dengan sangat nikmat dan sengaja aku masukkan sangat dalam dan menjilat ujung kontolnya dan itu terjadi beberapa kali. Ketika masuk ke tol ke pondok kelapa, entah kenapa tiba2 saja aku menyerangnya, aku naik ke pangkuannya dan menciumnya dengan panas sampai dia berhenti di pinggiran jalan tol jari tengah kanannya pun memasukkan ke vaginaku dan entah sejak kapan tangan ku pun meremas barangnya yang besar itu. hingga dia memaksaku untuk sex dengannya tapi aku tetap tidak mau karena aku tidak mau hamil. akhirnya dia menyerah juga hingga kami mencari apotik yang buka tapi tidak ada. Yah mungkin emang bukan rejeki dia untuk dapetin perawan ku hehe =p

hingga aku pun sampai di rumah tentunya aku kena marah habis2an karena pulang malam, seandainya ortuku tahu kalau aku tadi aku main gila dengan pria sudah beristri mungkin mereka bakal membunuhku.
Hingga sampai hari ini, aku tetap menantikannya dan menunggunya di kantor, tapi dia belum jg datang, dia ad sms klw dia bakal datang ke kantor, karena pekerjaannya belum semua selesai dan dia harus menyelesaikannya sebelum dia resign.

aku sangat sepi dan menantikannya terlebih ketika dia menyentuhku. Pak Riki, tolong jangan biarkan aku seperti ini, aku ingin disentuh lagi oleh bapak.. aku ingin selalu bersama dan aku sangat mencintai bapak apalagi ketika aku tahu kalau bapak resign karena aku, sepertinya sudah ada yang curiga selain Desy yang mengetahui perselingkuhan kami dan mungkin atasan kami berdua pun sudah tahu hal itu.
aku tidak tahu apakah dia bisa mencuri keperawananku? Yah kita lihat saja nanti…… I dont think so.. hehe..
KOLEKSI VIDEO BOKEP TERBARU